Hujan Lebat, Puluhan Ribu Orang Antar Kepergian Lee Kuan Yew

Ruben Setiawan

Minggu, 29 Maret 2015 | 16:24 WIB
Hujan Lebat, Puluhan Ribu Orang Antar Kepergian Lee Kuan Yew
Petih jenazah Lee Kuan Yew dibawa dengan kereta menuju tempat peristirahatan terakhirnya. (Reuters/Timothy Sim)

Suara.com - Meski di bawah guyuran hujan lebat, puluhan ribu orang membanjiri jalanan kota Singapura, hari Minggu (29/3/2015), melihat jenazah mantan Perdana Menteri pertama Singapura, Lee Kuan Yew, untuk terakhir kalinya. Sang mendiang pendiri Singapura itu akan dikremasi hari ini.

Dua puluh satu dentuman meriam mengiring jalannya arak-arakan peti jenazah Lee ke ruang kremasi. Sekelompok pesawat jet tempur ikut meramaikan prosesi pemakaman dengan formasi yang disebut "Missing Man". Selain itu, ada pula dua kapal perang Singapura membentuk sinyal "L", "K", "Y", inisial nama Lee Kuan Yew dengan bendera.

Peti jenazah Lee, dengan sebuah kereta senjata diarak dari Gedung Parlemen, tempat persemayaman, menuju lokasi kremasi. Arak-arakan peti jenazah Lee bergerak melintasi kawasan Tanjong Pagar, daerah yang dipimpinnya selama 60 tahun. Kemudian, arak-arakan menempuh jarak 15,4 kilometer menuju lokasi upacara pemakaman di Universitas Nasional Singapura.

Prosesi pemakaman Lee dihadiri sejumlah kepala negara sahabat seperti Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri India Narendra Modi, serta Presiden Indonesia Joko Widodo.

Warga Singapura yang sebagian besar berpakaian kombinasi hitam-putih, rela menunggu selama berjam-jam menyaksikan peti jenazah Lee diantar ke liang lahat. Saat peti melintas di depan mereka, mereka meneriakkan "Lee Kuan Yew" secara berulang-ulang.

"Prestasi terbesarnya adalah membantu mengangkat kualitas hidup rakyat," kata Huang Jiancong , (54), salah satu warga yang menunggu sejak prosesi dimulai.

Lee, yang memimpin Singapura sejak tahun 1959 hingga tahun 1990, dianggap sebagai sosok yang mengubah pulau kecil Singapura dari sebuah pelabuhan dagang koloni Inggris, menjadi salah satu negara terkaya di dunia.

Kepergiannya, yang terjadi hanya lima bulan sebelum Singapura merayakan 50 tahun kemerdekaannya, meninggalkan duka mendalam bagi negara berpopulasi 5,4 juta jiwa tersebut.

Hampir 500.000 orang memberikan penghormatan terakhir bagi Lee di tempat persemayamannya di Gedung Parlemen dalam empat hari terakhir. Banyak yang rela berbaris selama 10 jam untuk dapat giliran memberikan penghormatan.

Prosesi pemakaman Lee diperkirakan akan berlangsung selama tiga jam. Beberapa tokoh, seperti putra Lee Kuan Yew, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Singapura Tony Tan, serta mantan menteri kabinet dan tokoh masyarakat, akan memberikan pidato.

Lee akan dikremasi dalam sebuah acara tertutup setelah upacara pemakaman berakhir. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Silsilah Keluarga Lee Kuan Yew dan Perseteruan Dua Anak Soal Warisan Bapak Pendiri Singapura

Silsilah Keluarga Lee Kuan Yew dan Perseteruan Dua Anak Soal Warisan Bapak Pendiri Singapura

News | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 17:41 WIB

Terkini

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 01:49 WIB

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

×