PDIP Cuek Empat Pengurus Baru Tersangkut Kasus Koruspi

Liberty Jemadu | Bagus Santosa | Suara.com

Sabtu, 11 April 2015 | 00:28 WIB
PDIP Cuek Empat Pengurus Baru Tersangkut Kasus Koruspi
Megawati Soekarnoputri di lokasi Kongres IV PDI Perjuangan di Sanur, Bali, Rabu (8/4/2015). [Suara.com/Bagus Santosa]
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristyanto, mengaku pihaknya tak mempermasalah empat orang pengurus partai periode 2015-2020 yang diketahui tersangkut kasus korupsi. Dia mengklaim kasus yang diduga melibatkan empat kader PDIP itu sudah selesai.

"(Kita) tidak bisa menegakan hukum atas ambisi orang per orang, tapi yakinlah jika memang ada kader PDIP terbukti atau ditangkap dalam OTT (Operasi Tangkap Tangan), maka partai tidak segan memberikan pemecatan," kata Hasto di area Kongres IV PDI Perjuangan, Sanur, Bali, Jumat (10/4/2015).

Seperti yang diketahui ada empat orang ketua DPP PDIP, yang baru dipilih dalam kongres Bali, yang pernah terlibat kasus korupsi di KPK. Mereka adalah Ketua bidang Ideologi dan Kaderisasi Idham Samawi, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Dwi Hartono, Bendahara Umum Olly Dondonkambey, dan Ketua bidang Kemaritiman Rokhmin Danuri.

Nama yang disebut terakhir bahkan pernah divonis penjara tujuh tahun pada 2007 karena terbukti terlibat korupsi dana non-bujeter di kementerian kelautan dan perikanan. Dia keluar dari penjara pada November 2009 lalu.

Hasto mengatakan, ada alasan yang kuat empat orang ini dipilih. Idham, sambungnya, dipilih oleh DPP PDI Perjuangan karena latarbelakangnya yang kuat di bidag politik dan pemilihan kepala daerah.

"Ada latar belakang politik yang sangat kuat, latar belakang yang berkaitan dengan pilkada. Latar belakang ini berkaitan dengan rivalitas penentuan DPD. Kami memiliki data-data yang cukup di situ," ujar Hasto usai pengumuman DPP PDIP di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur Bali, Jumat (10/4/2015).

Untuk Rokhmin, kata Hasto, dipilih karena kemampuannya. Meski Rohmi adalah narapidana korupsi, bukan berarti dia tidak boleh berorganisasi.

"Setiap warga negara memiliki kesempatan dan dijamin oleh undang-undang untuk memperbaiki dan apalagi ketika keputusan politik itu dilatarbelakangi oleh kepentingan politik tertentu," paparnya.

Sedangkan untuk Olly, Hasto menegaskan, kasusnya mirip dengan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan. Yaitu, tudingan terhadap Olly belum berdasarkan fakta hukum.

"Kita melihat dari pengalaman pak Budi Gunawan. Kemudian pengadilan tidak menemukan fakta-fakta hukum yang memperkuat keputusan KPK," kata Hasto.

Untuk Bambang, Hasto pun menjamin jika memang terbukti menjadi tersangka maka partainya akan langsung memecatnya.

Untuk informasi, Bambang Dwi Hartono juga pernah menjadi tersangka setelah ditangkap Direktorat Reserse Kriminal (Direskrim) Polda Jawa Timur dalam kasus korupsi pungutan pajak daerah senilai Rp 720 juta. Kasus ini menyebabkannya harus meletakkan jabatan sebagai Wakil Wali Kota Surabaya pada 2013.

Selanjutnya, Idham Samawi sendiri telah menjadi tersangka kasus korupsi penyalahgunaan dana hibah KONI Bantul tahun anggaran 2011 senilai Rp12,5 miliar oleh Kejaksaan Tinggi DIY pada Juli 2013. Namun, hingga saat ini kasusnya belum tuntas. Atas statusnya ini, Idham belum bisa aktif di DPR meski lolos dalam pemilihan umum legislatif.

Adapun Olly pernah disebut oleh terdakwa pembangunan sarana Olahraga di Bukit Hambalang Bogor, Teuku Bagus Mokhamad Noor, dalam persidangan. Olly disebut pernah menerima uang suap Rp2,5 miliar terkait pembangunan sarana olahraga di Bukit Hambalang, Bogor dalam kapasitasnya sebagai Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR periode lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Langgengkan Trah Sukarno Alasan Dua Anak Mega Jadi Pengurus PDIP

Langgengkan Trah Sukarno Alasan Dua Anak Mega Jadi Pengurus PDIP

News | Jum'at, 10 April 2015 | 23:23 WIB

Penangkapan Adriansyah Disebut Bukti Pemerintah Tak Lemahkan KPK

Penangkapan Adriansyah Disebut Bukti Pemerintah Tak Lemahkan KPK

News | Jum'at, 10 April 2015 | 20:20 WIB

Dua Anak Megawati jadi Pengurus PDIP, Ini Komentar Pramono

Dua Anak Megawati jadi Pengurus PDIP, Ini Komentar Pramono

News | Jum'at, 10 April 2015 | 19:59 WIB

Politisi PDIP Adriansyah Diciduk KPK Terkait SIUP Pertambangan

Politisi PDIP Adriansyah Diciduk KPK Terkait SIUP Pertambangan

News | Jum'at, 10 April 2015 | 12:31 WIB

Megawati Sudah Tahu Kadernya Ditangkap KPK

Megawati Sudah Tahu Kadernya Ditangkap KPK

News | Jum'at, 10 April 2015 | 12:10 WIB

Politisi PDIP yang Ditangkap KPK Mantan Ketua OSIS

Politisi PDIP yang Ditangkap KPK Mantan Ketua OSIS

News | Jum'at, 10 April 2015 | 11:50 WIB

Adriansyah Diduga Terlibat Korupsi Pertambangan, PDIP: Belum Tahu

Adriansyah Diduga Terlibat Korupsi Pertambangan, PDIP: Belum Tahu

News | Jum'at, 10 April 2015 | 11:13 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB