Militan ISIS Gunakan Kepala Manusia untuk Main Bola

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 11 April 2015 | 09:00 WIB
Militan ISIS Gunakan Kepala Manusia untuk Main Bola
Salah satu sandera yang akan dipenggal oleh ISIS. (YouTube)
Militan kelompok radikal ISIS menggunakan kepala hasil penggalan tawanannya sebagai bola. Kepala itu ditendang, dioper, dan dihempaskan selayaknya bermain sepak bola.

Aksi main bola dengan kepala manusia itu terjadi di kamp pengungsi di Yarmouk di Damaskus. Seseorang merekam di video ada kumpulan pria berpakaian seperti tentara ISIS menendang kepala dan saling membaginya. Mereka tertawa lepas.

Seorang warga Palestina yang ada di pengungsian itu melihat langsung. Dia bercerita banyak kepala laki-laki.

Ibrahim Abdel Fatah, seorang pengungsi yang berusia 55 tahun mengatakan kekejaman itu banyak ditayangkan di siaran TV setempat.

"Kami telah mendengar kekejaman mereka dari televisi, tetapi ketika kita melihat sendiri. Bermain dengan kepala terpenggal seolah-olah itu adalah sepak bola," kata Fatah.

Di kamp Yarmouk, ada 400 kepala keluarga yang mengungsi. Awalnya mereka dilindungi tentara pemerintah. Namun ISIS memukul mundur mereka. Akhirnya saat ini mereka dalam kendali ISIS. Mereka melihat sendiri seorang polisi dipenggal kepalanya. Kepala itu dijadikan ilustrasi bola Piala Dunia. (shoebat)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Twitter Hapus 10.000 Akun yang Berafiliasi ke ISIS

Twitter Hapus 10.000 Akun yang Berafiliasi ke ISIS

Tekno | Jum'at, 10 April 2015 | 14:30 WIB

Megawati Minta Pemerintah Serius Tangani ISIS

Megawati Minta Pemerintah Serius Tangani ISIS

News | Kamis, 09 April 2015 | 13:34 WIB

ISIS Retas Stasiun Televisi Prancis

ISIS Retas Stasiun Televisi Prancis

News | Kamis, 09 April 2015 | 11:42 WIB

Kemenkominfo Tunggu Rekomendasi untuk Buka Situs Islam Lagi

Kemenkominfo Tunggu Rekomendasi untuk Buka Situs Islam Lagi

News | Selasa, 07 April 2015 | 19:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×