Gempa Nepal, Mereka Berjuang Sendiri Bertahan Hidup

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 01 Mei 2015 | 06:05 WIB
Gempa Nepal, Mereka Berjuang Sendiri Bertahan Hidup
Sejumlah korban tewas gempa Nepal dikremasi di Kathmandu, Nepal, Minggu (26/4). (Reuters)

Suara.com - Banyak cerita di balik gempa dahsyat Nepal, Sabtu (25/4/2015) pekan lalu. Cerita makin menyedihkan saat pemerintah berterus terang tidak bisa membantu para korban gempa secara maksimal.

Sehingga warganya harus swadaya bertahan dan menyelamatkan diri. Bahkan mereka bertahan hidup, mencari makan, dan mengirimkan pasokan makanan sendiri.

Cerita itu ada di kawasan Bungkot. Bungkot adalah salah satu kawasan terpencil di Nepal. Di sana terkena dampak gempa.

Seorang lelaki asal desa itu, Narayan Thapa bercerita harus bersusah payah menolong memasok makanan untuk 300 warga di desanya itu. Thapa tengah bekerja di sebuah pabrik ban di kawasan Kota Gorkha. Jaraknya 45 km dari desanya.

"Semuanya hancur. Bahkan salah satu rumah berdiri. Kami pikir masih ada satu orang tewas di bawah reruntuhan," kata Thapa.

Thapa sadar tidak ada bantuan dari pemerintah untuk membantu warganya yang menjadi korban gempa. Makanya dia bersama teman-temannya bergerak sendiri membawa mobil mencari obat-obatan di luar desa. Bahkan mereka juga mencari makanan.

"Orang-orang lapar di sana, mereka menderita. Saya melakukan apa pun yang saya bisa untuk membantu," katanya.

"Teman-teman saya yang membantu. Setiap orang melakukan apa yang mereka bisa. Kami berhasil mengirim sedikit ke keluarga saya. Mereka mengandalkan saya soal makanan. Mereka berada dalam kesulitan di sana," kata Thapa.

Cerita lain, justru di pusat Kota Kathmandu. Di sana paling parah digoyang gempa. Namun sama saja, warga di sana tidak mendapatkan bantuan secara maksimal.

Salah satu pengungsi, Shanti Kumari cerita dia memerlukan bus untuk pulang ke kampung halamannya di Nepal Timur. Namun tidak ada bus. Pemerintah juga tidak bisa menyiapkan. Shanti pun hanya bisa menunggu. Di sisi lain pasokan air dan makanan kian menipis.

"Saya harus keluar dari sini, aku harus pulang. Ini sudah lama, berhari-hari. Saya ingin mendapatkan setidaknya malam yang damai," kata dia.

Kathmandu, pengungsi tidur di tenda pengungsian. Masalahnya beberapa tenda sudah hancur. Sebab hujan turun tiap malam.

Mereka ditempatkan di lapangan Tudikhel, di jantung Kota Kathmandu. Jumlah tenda terus berkurang. Terlebih Rabu malam hujan begitu deras. Mereka pun berlarian ke bangunan permanen yang tak layak huni. (AP)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

24 Jam Berpelukan dengan Mayat Korban Gempa Nepal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Marak Pencurian Benda Bersejarah Pascagempa Nepal

Marak Pencurian Benda Bersejarah Pascagempa Nepal

News | Kamis, 30 April 2015 | 12:55 WIB

Harapan Temukan Korban Selamat Kian Tipis

Harapan Temukan Korban Selamat Kian Tipis

News | Kamis, 30 April 2015 | 12:35 WIB

Korban Gempa Nepal Frustrasi dan Marah

Korban Gempa Nepal Frustrasi dan Marah

News | Kamis, 30 April 2015 | 12:04 WIB

Korban Gempa Nepal: 82 Jam Tertimbun dan Minum Air Seni

Korban Gempa Nepal: 82 Jam Tertimbun dan Minum Air Seni

News | Kamis, 30 April 2015 | 11:15 WIB

Terkini

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Fasilitas Minyak Aramco Digempur Rudal, Pasar Minyak Global Langsung Panik

Fasilitas Minyak Aramco Digempur Rudal, Pasar Minyak Global Langsung Panik

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:59 WIB

5 Rekomendasi Body Mist HMNS untuk Daily, dari Aroma Floral hingga Vanila Tersedia Ukuran 250 ml

5 Rekomendasi Body Mist HMNS untuk Daily, dari Aroma Floral hingga Vanila Tersedia Ukuran 250 ml

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen

Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen

Batam | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:47 WIB

3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor

3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Cara Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu ATM, Dompet Ketinggalan Gak Perlu Panik Lagi

Cara Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu ATM, Dompet Ketinggalan Gak Perlu Panik Lagi

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Sprint Race MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Terdepan, 3 Pembalap Crash

Sprint Race MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Terdepan, 3 Pembalap Crash

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:29 WIB

Review Film Take Me Home: Pulang, Keluarga, dan Hidup yang Tak Pernah Mudah

Review Film Take Me Home: Pulang, Keluarga, dan Hidup yang Tak Pernah Mudah

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya

Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Dua Abad Berlalu, Jejak Masjid Jami Tak Lekang oleh Waktu

Dua Abad Berlalu, Jejak Masjid Jami Tak Lekang oleh Waktu

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:00 WIB

×