Cerita Relawan Gempa Nepal di Hari Buruh

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Sabtu, 02 Mei 2015 | 16:43 WIB
Cerita Relawan Gempa Nepal di Hari Buruh
Helikopter AU India memberikan bantuan kepada korban gempa Nepal. (Reuters/Jitendra Prakash)

Suara.com - Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2015) kemarin di Nepal terasa berbeda. Para pekerja di sana tidak menuntut kesejahteraan atau juga penaikkan upah. Mereka kerja keras menyelamatkan korban gempa dahsyat 7,9 SR pekan lalu.

Kantor Berita Cina, Xinhua merangkum cerita para buruh di sana.

Sebuah desa di Latitpur di Khokana, Nepal, adalah 1 dari ribuan desa yang hancur karena gempa. Di sana 300 orang tewas.

Desa Khokana ini adalah pintu masuk bantuan dari luar negeri ke Nepal. Di sana dibangun fasilitas Palang Merah Nepal.

Ada 5 perempuan dan 1 lelaki muda yang menjaga. Selain itu ada 3 anggota palang merah dan 4 relawan ang mendistribusikan mesin pemurnni air, obat-obatan dan alat kebersihan. Semua didistribusikan ke desa terdekat.

Di sana mereka buruh. Kerja dari pagi sampai malam, dan membantu 100 korban gempa tiap hari.

Salah satu dari mereka, Uddesh Dangol sudah bekerja di Palang Merah Nepal selama 20 tahun. Dia fokus membantu warga. Dia semangat menceritakan keadaan kota saat ini.

"Sekarang banyak warga yang menderita penyakit kulit karena kurangnya air bersih. Beberapa menderita nyeri tubuh, sakit kepala dan sakit perut," kata Dangol.

Dangol tidak menunut apa-apa di May Day tahun ini. "Keadaan nyata, saya hanya ingin bekerja keras menyelamatkan mereka," singkat dia.

Lainnya, Santoshi Gazurel relawan mahasiswa dari Kist Medical School di Kathmandu. Dia anggap pekerjaan di kawasan gempa ini sebagai tugas mulia. Dia bersama teman-teman sekelasnya tidak meminta bayaran untuk membantu.

"Banyak yang diare, ini harus diatasi. Kami bawa semua," kata dia.

Pekerja lain yang ikut dalam misi penyelamatan di sana adalah Zou Shaodong. Sebelum gempa, dia bekerja di Kantor Pariwisata Cina di Nepal. Tapi sekarang dia menjadi koordinantor penyaluran bantuan untuk para korban dari Cina.

"Saya merasa mempunyai hubungan dekat masyarakat Tionghoa setempat," kata dia. (xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Artis Korea Ini Sumbang Dana Besar untuk Nepal

Tiga Artis Korea Ini Sumbang Dana Besar untuk Nepal

Entertainment | Sabtu, 02 Mei 2015 | 14:30 WIB

Cerita Tim Penyelamat Hewan Pascagempa Nepal

Cerita Tim Penyelamat Hewan Pascagempa Nepal

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 14:00 WIB

Cari WNI di Nepal, Tim Sulit Cari Helikopter Sewaan

Cari WNI di Nepal, Tim Sulit Cari Helikopter Sewaan

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 07:39 WIB

Seribu Warga Eropa Belum Ditemukan Pascagempa Nepal

Seribu Warga Eropa Belum Ditemukan Pascagempa Nepal

News | Sabtu, 02 Mei 2015 | 01:05 WIB

Gempa Nepal, Mereka Berjuang Sendiri Bertahan Hidup

Gempa Nepal, Mereka Berjuang Sendiri Bertahan Hidup

News | Jum'at, 01 Mei 2015 | 06:05 WIB

Terkini

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:55 WIB

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:53 WIB

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:49 WIB

Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah

Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:30 WIB