Habis Diperiksa Penyidik Bareskrim Haji Lulung Emosi

Laban Laisila, Bagus Santosa

Senin, 04 Mei 2015 | 21:42 WIB
Habis Diperiksa Penyidik Bareskrim Haji Lulung Emosi
Haji Lulung Diperiksa Bareskrim

Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Haji Lulung) langsung emosi ketika ditanya apakah dirinya siap untuk ditahan kalau nanti terbukti tersangkut kasus dugaan pengadaan Uninteruptable Power Suply (UPS) di sekolah Jakarta tahun anggaran 2014.

Lulung diperiksa Bareskrim untuk kasus korupsi UPS sejak pukul 10.00 WIB hingga 20.50 WIB, sebagai saksi untuk  tersangkaAlex Usman.

"Bapak mu saja yang ditahan," kata Lulung sambil masuk ke dalam mobil.

Lulung sebelumnya mengatakan, kalau dirinya siap memberikan keterangan bila diminta. Dia juga mengklaim akan membantu penyidik memberikan informasi yang dia tahu.

"Saya sudah selesaikan keterangan yang diminta. Besok saya akan konsen untuk waktu saya. Kalau diperlukan saya hadir. Yang penting saya dukung pihak kepolisian untuk mengungkap masalah ini. Apa yang saya tahu, saya jelaskan, apa yang saya tidak tahu saya tidak akan jelaskan," kata Lulung.

Dalam kasus ini, Lulung sudah diperiksa dua kali. Yaitu hari ini, Senin (3/5/2015), dan Kamis (30/4/2015).

Penyidik pun akan mengembangkan kasus ini dengan memeriksa sejumlah staf dan karyawan pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mengetahui proses penggelembungan anggaran pengadaan UPS.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Budi Waseso bahkan telah menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) untuk berkodinasi.

Budi juga sempat menyebut, akan ada tersangka baru yang berjumlah lebih dari satu untuk kasus ini bila ada alat bukti dan keterangan tambahan.

Dalam kasus ini, Polisi telah menetapkan tersangka yaitu Alex Usman dan Zaenal Soleman. Alex adalah pejabat pembuat komitmen Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat dan Zaenal Soleman, pejabat pembuat komitmen Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

Dalam rangkaian pemeriksaan ini, Bareskrim Polri juga sudah menggeledah ruang kerja Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta. Penyidik mendapatkan sejumlah dokumen dari tempat tersebut.

Selain ruangan Lulung, penyidik juga menggeledah ruang kerja anggota DPRD Fahmi Zulfikar dan ruang Sekretariat Komisi E.

Kasus UPS ini semula dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan dilimpahkan ke Bareskrim Polri. Pengadaan UPS dalam mata anggaran 2014 ini mencurigakan lantaran harganya yang dinilai terlalu besar. Dalam anggarannya, satu unit UPS berharga Rp5,8 miliar. Padahal, Polisi menilai harga standar untuk UPS mencapai Rp1,2 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dukung Pengusutan Kasus UPS, Ahok Siap Diperiksa

Dukung Pengusutan Kasus UPS, Ahok Siap Diperiksa

News | Senin, 04 Mei 2015 | 15:26 WIB

Bareskrim: Polisi Incar Tersangka Baru Kasus Korupsi UPS

Bareskrim: Polisi Incar Tersangka Baru Kasus Korupsi UPS

News | Senin, 04 Mei 2015 | 11:32 WIB

Kabareskrim: Ahok Bakal Diperiksa Kasus UPS

Kabareskrim: Ahok Bakal Diperiksa Kasus UPS

News | Senin, 04 Mei 2015 | 11:25 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×