Suara.com - Pemerintah Nepal mengimbau negara-negara sahabat menyelesaikan operasi pencarian dan penyelamatan yang telah berlangsung sembilan hari setelah gempa bumi yang menewaskan lebih dari tujuh ribu orang. Sebab, mereka menilai sekarang sudah tak ada harapan menemukan penyintas di antara reruntuhan.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Fuad Basya menyatakan akan mengikuti otoritas Nepal tersebut.
"Kalau dianggap sudah cukup untuk pencarian, ya kami akan sudahi. Karena pencarian itu waktunya kan terbatas," kata Fuad di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2015).
Seperti diketahui, sejumlah personel TNI bersama tim dari Pemerintah Indonesia saat ini masih berada di Himalaya untuk melakukan pencarian WNI yang diduga jadi korban gempa serta membantu korban gempa di sana.
"Kami diminta bantuan, jadi kami membantu untuk pencarian. Tentu kami harus ikut aturan Nepal," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan negara mengirim tim ke Nepal, termasuk Indonesia, untuk menemukan penyintas setelah negara Himalaya dilanda gempa berkekuatan 7,8 magnitude pada 25 April dan merupakan gempa terburuk sejak 1934.
"Mereka bisa pergi. Bila mereka juga spesialis di bidang pembersihan reruntuhan, mereka boleh tetap tinggal," kata Rameshwor Dangal, suatu pakar di Kementerian Dalam Negeri Nepal seperti dilansir Reuters, Senin (4/5/2015).