Jokowi Dinilai Belum Bisa Lepaskan Pengaruh PDI Perjuangan

Laban Laisila | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Minggu, 10 Mei 2015 | 13:59 WIB
Jokowi Dinilai Belum Bisa Lepaskan Pengaruh PDI Perjuangan
Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Papua. [Antara/Hafidz Mubarak]

Suara.com - Presiden Joko Widodo dinilai masih belum  bisa melepaskan pengaruh dari PDI Perjuangan sebagai partai pengusungnya.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, hal itu yang menjadi salah satu penyebab  menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Menurut pemilih sebaiknya Jokowi menjaga jarak dengan PDI P yang disampaikan oleh 34.4 persen responden," kata Hendri dalam diskusi Evaluasi 6 Bulan Pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2015).

Menurut dia, tingkat kepercayaan masyarakat akan cenderung merosot tajam apabila dalam rencana perombakan kabinet kerja ini, nama  kader PDI Perjuangan dimasukkan dalam pemerintahan Jokowi.

"Jadi bila  kelak Jokowi menambah partai dari PDI P, maka besar kemungkinan dukungan masyarakat akan semakin kecil," kata dia.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan kelompok diskusi dan kajian opini publik Indonesia (kedaiKOPI) pada periode 24 hingga 30 April 2015, menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

"Tingkat kepuasan publik secara umum terhadap  hanya 31.3 persen dan 65,5 persen mengaku tidak puas terhadap kinerja pemerintah," kata dia.

Survey dilakukan terhadap 450 responden dengan margin og Error (MoE)+/-4,62 persen pada tingkat kepercayaan metode sample acak bertingkat (multistage random smapling) dengan memperlihatkan proporsi antara jumlah sample dengan jumlah pemilij di setiap kota.

Unit sampling primer survei (PSU) ini adlaah kelirahan. Jumlah responden masing-masing PSU Depok, Tanggerang, Tanggerang Selatan dan Bekasi.

Proses pengumpulan data  melalui wawancara tatap muka. Wawancara menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 450 orang responden.

Responden adalah pemilih yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah memenuhi syarat pemilih ketika survei dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Sukhoi Dikerahkan Untuk Pengamanan Kunker Presiden di Papua

4 Sukhoi Dikerahkan Untuk Pengamanan Kunker Presiden di Papua

News | Sabtu, 09 Mei 2015 | 16:07 WIB

Warga Abepura Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

Warga Abepura Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

News | Sabtu, 09 Mei 2015 | 15:14 WIB

Menteri Tjahjo: Seluruh Menteri Siap Kalau ada Reshuffle

Menteri Tjahjo: Seluruh Menteri Siap Kalau ada Reshuffle

News | Sabtu, 09 Mei 2015 | 11:53 WIB

Politisi Golkar: Kenapa Jokowi Didorong untuk Rombak Kabinet?

Politisi Golkar: Kenapa Jokowi Didorong untuk Rombak Kabinet?

News | Sabtu, 09 Mei 2015 | 10:50 WIB

Terkini

AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington

AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:32 WIB

Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD

Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:31 WIB

Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:23 WIB

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:12 WIB

Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN

Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:11 WIB

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:01 WIB

Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia

Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:57 WIB