Dituding Curi Data dari Laptop Novel, Ini Respon Budi Waseso

Siswanto, Erick Tanjung

Senin, 11 Mei 2015 | 16:40 WIB
Dituding Curi Data dari Laptop Novel, Ini Respon Budi Waseso
Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso [suara.com/Oke Atmaja]
Tim kuasa hukum penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan curiga penyidik Badan Reserse Kriminal Polri ‎mengkloning atau mencuri data dari laptop pribadinya disita. Laptop baru dikembalikan seminggu kemudian oleh polisi.

‎Saat dikonfirmasi soal pengkloningan data, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso tidak membantah.

"Dalam penyidikan, selama sesuai ketentuan dan aturan, tidak masalah," kata Budi Waseso usai konferensi pers pengungkapan dua ton ganja di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Senin (11/5/2015).

Budi tak gentar dengan langkah hukum yang sekarang ditempuh Novel dengan mengajukan gugatan praperadilan mengenai penggeledahan dan penyitaan barang, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Budi Waseso proses penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan penyidik Bareskrim di rumah Novel tidak melanggar hukum.

Budi Waseso justru membandingkan proses penangkapan yang dilakukan penyidik KPK terhadap Bupati Buol Amran Batalipu‎ dalam kasus dugaan korupsi. Menurut Budi Waseso prosesnya lebih tidak manusiawi.

"Kalau mau mengajukan praperadilan tidak masalah. Tolonglah kawan-kawan, ingat dan putar lagi video penangkapan Bupati Buol, nah itu baru tidak manusiawi," katanya.

Budi Waseso menilai kasus Novel hanyalah kasus remeh. Dia meminta kasus ini jangan dibesar-besarkan.

"Sudahlah, ini kasus kecil. Siapa sih Novel itu, tak ada apa-apanya. Silakan dibawa ke praperadilan (tindakan penangkapan, penggeledahan dan‎ penyitaan barang Novel)," katanya.

Sebelumnya, Minggu (10/5/2015) Ketua Tim Kuasa Hukum Novel, Mudji Kartika Rahayu, mencurigai penyidik Bareskrim kloning data dalam laptop Novel.

‎"Meski barang-barang itu (milik Novel) telah dikembalikan, pelanggaran hukum yang dilakukan Polri dalam penyitaan itu tetap berlaku. Kami juga belum tahu, dalam barang-barang itu ada file-file (data) dikloning atau tidak," kata Mudji.

Novel mengaku tidak ingat semua barang yang disita penyidik. Dia menegaskan barang yang disita merupakan barang pribadinya, barang milik anaknya dan istrinya.

"Saya tidak hafal detailnya, barang itu apa saja, karena saya tidak ikut dalam penyitaan. Saya lupa apakah dalam laptop saya ada pekerjaan dengan urusan di KPK. Nanti saya akan lihat lebih detailnya, bisa jadi ada (data KPK di dalamnya)," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TNI Masuk KPK, Ini Respon Mabes Polri

TNI Masuk KPK, Ini Respon Mabes Polri

News | Senin, 11 Mei 2015 | 15:35 WIB

Ini 25 Barang Milik Novel Baswedan yang Sempat Disita Polisi

Ini 25 Barang Milik Novel Baswedan yang Sempat Disita Polisi

News | Senin, 11 Mei 2015 | 13:50 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×