- Jasamarga menutup akses keluar Slipi Tol Dalam Kota arah Grogol pada 1 Mei 2026 pukul 13.26 WIB.
- Penutupan situasional tersebut dilakukan atas diskresi kepolisian untuk mengantisipasi kepadatan massa aksi peringatan Hari Buruh Internasional.
- Pengguna jalan diarahkan menggunakan akses keluar alternatif seperti Gerbang Tol Tomang atau Tanjung Duren demi kelancaran lalu lintas.
Suara.com - Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) melakukan penyesuaian operasional lalu lintas di Ruas Tol Dalam Kota Jakarta menyusul meningkatnya aktivitas massa pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jumat (1/5/2026).
Atas diskresi pihak Kepolisian, pengelola jalan tol memberlakukan penutupan sementara secara situasional pada akses keluar Slipi di KM 09+650 Ruas Tol Dalam Kota arah Grogol terhitung mulai pukul 13.26 WIB.
Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Ginanjar Bekti Rakhmanto, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran mobilitas pengguna jalan di tengah kepadatan yang terjadi di titik-titik menuju Senayan.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk menyesuaikan rute perjalanan dan memanfaatkan akses alternatif selama penutupan sementara berlangsung. Informasi terkini terus kami perbarui melalui kanal resmi agar pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik,” ujar Ginanjar dalam keterangan resminya.
Selama penutupan berlangsung, para pengguna jalan yang hendak menuju kawasan Senayan dan sekitarnya diarahkan untuk menggunakan akses keluar alternatif melalui Gerbang Tol Tomang, Gerbang Tol Tanjung Duren, atau pintu keluar terdekat lainnya.
Jasa Marga bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) juga telah menyiagakan petugas layanan lalu lintas, unit Mobile Customer Service, serta armada pendukung di titik-titik prioritas untuk mempercepat penanganan hambatan di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau kondisi lalu lintas terkini melalui aplikasi Travoy, media sosial resmi Jasa Marga, atau menghubungi One Call Center 24 jam di nomor 133 sebelum melakukan perjalanan guna menghindari kepadatan di koridor pusat kota Jakarta.