Paksa Mahasiswa Makan Babi, Sekolah Ini Didenda Rp986 Juta

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 13 Mei 2015 | 15:41 WIB
Paksa Mahasiswa Makan Babi, Sekolah Ini Didenda Rp986 Juta
Ilustrasi masakan babi. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah sekolah memasak di Denmark, Holstebro Culinary School diputus bersalah setelah memaksa salah satu mahasiswaya memakan makanan yang terbuat dari daging babi. Mahasiswa itu merupakan muslim.

Holstebro Culinary School diputus didenda USD 75.000 atau hampir Rp 1 miliar. Sekolah banding. Sehingga pengadilan menurunkan denda USD 1.366.

Cerita paksaan untuk memakan babi itu dimulai ketika ada salah satu kelas memasak yang bahan-bahan masakannya adalah babi. Begitu masakan sudah selesai, semua peserta memasak diminta mencicipi hasil masakan. Namun salah seorang mahasiswa yang tak ingin disebutkan namanya itu menolak. Dengan alasan Islam melarang umatnya memakan babi karena haram.

Namun si mahasiswa dipaksa. Dia pun memakan makanan itu. Setelah itu, sang mahasiswa melaporkan paksaan itu ke pengadilan. Sekolah dituduh melakukan diskriminasi.

Si mahasiswa memberikan barang bukti rekaman suara saat pejabat sekolah itu memaksa dirinya memakan masakan babi. Akhirnya sekolah itu diputus bersalah. (jpost)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Suasana Ini Hilang Pascakonflik Ambon

Suasana Ini Hilang Pascakonflik Ambon

News | Kamis, 07 Mei 2015 | 12:44 WIB

Ajarkan Toleransi, Ajak Anak Memahami Agama Lain

Ajarkan Toleransi, Ajak Anak Memahami Agama Lain

News | Kamis, 07 Mei 2015 | 11:25 WIB

Kehidupan Pernikahan 'Normal' Tiga Orang Gay

Kehidupan Pernikahan 'Normal' Tiga Orang Gay

News | Minggu, 19 April 2015 | 11:19 WIB

SMA Ini Ajarkan Propaganda Anti-Muslim

SMA Ini Ajarkan Propaganda Anti-Muslim

News | Jum'at, 10 April 2015 | 13:40 WIB

Perempuan Ini Dipaksa Lepas Jilbab di Pengadilan

Perempuan Ini Dipaksa Lepas Jilbab di Pengadilan

News | Jum'at, 10 April 2015 | 06:02 WIB

Cinta Damai, Gadis Cantik India Ini Pelajari 3 Agama

Cinta Damai, Gadis Cantik India Ini Pelajari 3 Agama

News | Jum'at, 03 April 2015 | 14:10 WIB

Kawasan Wisata Ini Khusus untuk Waria, Lesbian dan Gay

Kawasan Wisata Ini Khusus untuk Waria, Lesbian dan Gay

News | Selasa, 31 Maret 2015 | 05:31 WIB

Buku Agama Ajarkan Intoleransi,  Penulisnya Bisa Kena Sanksi

Buku Agama Ajarkan Intoleransi, Penulisnya Bisa Kena Sanksi

News | Jum'at, 20 Maret 2015 | 17:00 WIB

MK Jerman: Guru Boleh Pakai Jilbab saat Mengajar

MK Jerman: Guru Boleh Pakai Jilbab saat Mengajar

News | Sabtu, 14 Maret 2015 | 15:42 WIB

Italia Larang Masjid Dibangun di Kota Ini

Italia Larang Masjid Dibangun di Kota Ini

News | Sabtu, 14 Maret 2015 | 13:44 WIB

Terkini

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

×