Cerita Nelayan Selamatkan Pengungsi Rohingya Nyaris Tenggelam

Siswanto | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2015 | 13:22 WIB
Cerita Nelayan Selamatkan Pengungsi Rohingya Nyaris Tenggelam
Anak-anak etnis Rohingya di Kuala Langsa [suara.com/Alfiansyah Ocxie]

Suara.com - Empat hari sudah Pelabuhan Kuala Langsa, Provinsi Aceh, disesaki ribuan orang. Kondisinya riuh seperti pasar. Tenda-tenda, tanpa diduga serentak berdiri di beberapa sisi. Di dalamnya sangat sibuk.

Tenda yang berdiri ada yang dijadikan sebagai tempat pengobatan, musala, tempat kumpul orang, hingga penampungan bahan bantuan. Bantuan yang datang seperti pakaian bekas dan bahan pangan.

Sebelumnya, pelabuhan Kuala Langsa ini tergolong sepi. Kesibukan pelabuhan redup setelah pelayaran menuju Malaysia berhenti. Namun sejak Jumat (15/5/2015) lalu, nyala remang pelabuhan kembali terang.

Gudang-gudang kosong seketika berisi. Lampu-lampu mulai menyala menerangi setiap ruas jalan di area pelabuhan. Sejak pagi hingga malam, tempat ini riuh. Suara manusia menggema, desingan mesin kendaraan lalu lalang tiada henti. Asap-asap yang membawa harumnya aroma masakan, menyelusup sisi-sisi gudang.

Kesibukan itu terjadi lantaran tamu tak diundang datang. Sebanyak 678 imigran etnis Rohingya dan Bangladesh berkumpul di sana. Mereka tiba di Kuala Langsa setelah para nelayan menyelamatkan mereka setelah terombang-ambing di lautan.

Kapal-kapal yang mengangkut para manusia perahu, waktu itu nyaris karam karena sudah mulai dipenuhi air.

"Ada yang sudah melompat ke air. Mereka ketakutan, karena kapal sudah penuh air," kata salah seorang nelayan yang turut membantu menolong manusia perahu, Muhammad Adnan, kepada suara.com di Kuala Langsa, Senin (18/5/2015).

Dia mengatakan warga Rohingya maupun Bangladesh, saat proses penyelamatan dalam kondisi mengenaskan. Anak-anak menangis kencang, ibu-ibu berteriak histeris, para lelaki tak dapat berbuat banyak. Jika bantuan tak segera datang, kata dia, besar kemungkinan nyawa mereka tak tertolong.

"Begitu kami merapat, mereka ada lompat ke air. Satu perahu kita tarik ke atas (boat). Perkiraan kita, kapal yang ditumpangi imigran yang kami selamatkan di kapal kami, sekitar dua atau tiga jam lagi karam," kata dia.

Menurutnya, ada sekitar lima kapal nelayan yang mengangkut manusia perahu. Awal mula mereka ditemukan setelah nelayan mendapat informasi dari sesama rekannya di laut. Setelah mengetahui lokasinya, kata dia, kapal-kapal segera merapat.

Proses penyelamatan dilakukan sejak Kamis (14/5/2015) sekitar pukul 23.00 WIB. Namun karena jauhnya jarak tempuh dari laut menuju Pelabuhan Kuala Langsa, baru pada Jumat (15/5/2015) sekitar pukul 05.00 WIB, para imigran tiba.

"Semuanya sudah dalam keadaan lemah. Sebagian ada juga yang luka-luka. Sedih kita melihatnya," ujarnya.

Sesampai di pelabuhan, penanganan para manusia perahu lantas diserahkan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah, PMI, Polri, dan petugas Dinas Kesehatan Kota Langsa. Selain itu, organisasi-organisasi yang terlibat dalam penanganan pengungsi, seperti IOM, UNHCR, juga tiba di lokasi.

Pengungsi yang kesakitan karena terluka, dehidrasi, dan pingsan segera mendapatkan perawatan medis. Bahkan sebagian dari mereka, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa.

Setiap pengungsi juga langsung dipisahkan. Etnis Rohingya yang lebih sedikit menempati satu gudang di sudut kanan pelabuhan. Sedangkan yang dari Bangladesh menempati dua gudang. Satu di bagian tengah area pelabuhan, satunya lagi pada sisi kiri menuju pos utama polisi air. [Alfiasnyah Ocxie]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aceh Kembali Tampung Rohingya: Shelter Baru untuk 92 Imigran di Lhokseumawe

Aceh Kembali Tampung Rohingya: Shelter Baru untuk 92 Imigran di Lhokseumawe

Video | Rabu, 15 Oktober 2025 | 07:05 WIB

Diplomasi Bilateral Penting untuk  Atasi Isu Rohingya

Diplomasi Bilateral Penting untuk Atasi Isu Rohingya

DPR | Selasa, 13 Mei 2025 | 18:30 WIB

Penanganan Pengungsi Rohingya, BKSAP Dorong Solusi Regional

Penanganan Pengungsi Rohingya, BKSAP Dorong Solusi Regional

DPR | Selasa, 06 Mei 2025 | 17:43 WIB

Malaysia Usir Dua Kapal Pengangkut 300 Migran Myanmar

Malaysia Usir Dua Kapal Pengangkut 300 Migran Myanmar

News | Sabtu, 04 Januari 2025 | 22:36 WIB

Bangladesh Kewalahan! 60.000 Rohingya Masuk Diam-Diam di Tengah Konflik Myanmar

Bangladesh Kewalahan! 60.000 Rohingya Masuk Diam-Diam di Tengah Konflik Myanmar

News | Senin, 23 Desember 2024 | 09:40 WIB

Krisis Rohingya Memburuk, 60.000 Pengungsi Baru Banjiri Bangladesh

Krisis Rohingya Memburuk, 60.000 Pengungsi Baru Banjiri Bangladesh

News | Minggu, 22 Desember 2024 | 22:34 WIB

Nasib Muslim Rohingya Kian Suram, Dibantai Dua Kubu Bersenjata

Nasib Muslim Rohingya Kian Suram, Dibantai Dua Kubu Bersenjata

News | Kamis, 05 Desember 2024 | 08:21 WIB

ICC Keluarkan Surat Penangkapan Kepala Junta Myanmar, Ini Penyebabnya

ICC Keluarkan Surat Penangkapan Kepala Junta Myanmar, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 27 November 2024 | 19:25 WIB

Drama Laut Andaman: Mengungkap Sindikat Perdagangan Manusia Rohingya di Aceh

Drama Laut Andaman: Mengungkap Sindikat Perdagangan Manusia Rohingya di Aceh

Liks | Rabu, 13 November 2024 | 14:11 WIB

Di Balik Jeruji Truk: Kisah Pilu Pengungsi Rohingya yang Ditolak di Aceh

Di Balik Jeruji Truk: Kisah Pilu Pengungsi Rohingya yang Ditolak di Aceh

Liks | Senin, 11 November 2024 | 17:21 WIB

Terkini

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB