DPR Minta Pemerintah Usut Pengimpor Beras Plastik

Laban Laisila | Bagus Santosa | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2015 | 13:34 WIB
DPR Minta Pemerintah Usut Pengimpor  Beras Plastik
Aktivitas pedagang beras di pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2015). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Ketua Komisi VI DPR Hafidz Tohir meminta pemerintah mengusut siapa yang mengimpor beras plastik di saat pemerintah tidak membuka keran impor beras.

Dia menekankan, dalam waktu dekat Komisi VI DPR akan memanggil Menteri Perdagangan Rahmat Gobel untuk mempertanyakan beras plastik dari Cina itu bisa lolos masuk ke Indonesia.

"Kita akan panggil Rachmat Gobel yang bertanggungjawab dengan impor beras. Ini resmi atau memang di luar prosedur kementerian. Karena menurut info di lapangan, beras itu ada dan sudah dipakai orang. Tapi pemerintah katakana tidak pernah impor beras," kata Hafidz di DPR, Rabu (20/5/2015).

Hafidz menerangkan, kalau Bulog yang mempunyai kewenangan sudah mengelak belum melakukan impor beras.

"Badan-badan itu pun ketika ditanyakan tidak pernah mengimpor. Padahal, Beras ini juga kan berbahaya pada kesehatan dan ini sudah mengarah pada kriminal itu harus diusut. Karena ini beracun," kata dia.

Dia mengatakan, juga akan memberikan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bila ada permainan dalam impor beras palsu ini. Sanksi terberat adalah pemberhentian kerjasama penunjukan impor beras dikemudian hari.

"Kita rekomendasikan kepada Presiden untuk tindakan tegas. Seburuk-buruknya diberhentikan," kata dia.

Hafidz menilai ada permainan mafia terkait dengan peredaran beras plasti ini, mengingat pemerintah juga menimbang untuk mengimpor satu ton beras jelang bulan Ramadhan.

"Fenomena ini kalau saya lihat, suatu permainan yang ngga baik. Kenapa beras seperti itu bisa masuk pada saat menjelang puasa, dan pada saat kita ingin lakukan impor beras satu juta ton. Ini sepertinya pancingan untuk membuka supaya dilakukan audit investigasi terhadap sistem dan tata cara di republik ini," ujar Politisi PAN ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panik dan Takut, Penemu Beras Plastik Minta Bantuan LBH

Panik dan Takut, Penemu Beras Plastik Minta Bantuan LBH

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 12:59 WIB

Beredar Beras Plastik, Pedagang: Pemerintah Kecolongan Terus

Beredar Beras Plastik, Pedagang: Pemerintah Kecolongan Terus

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 12:34 WIB

Pedagang Pastikan Beras Plastik Tak Masuk Pasar Induk Cipinang

Pedagang Pastikan Beras Plastik Tak Masuk Pasar Induk Cipinang

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 12:15 WIB

Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Penasaran Lihat Beras Plastik

Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Penasaran Lihat Beras Plastik

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 11:41 WIB

Terkini

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:38 WIB

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:25 WIB

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:17 WIB

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:13 WIB

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:04 WIB

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:52 WIB

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:39 WIB

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:30 WIB

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:25 WIB

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:18 WIB