Isu Beras Plastik Resahkan Pedagang Kupang

Ririn Indriani | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2015 | 07:58 WIB
Isu Beras Plastik Resahkan Pedagang Kupang
Dampak Isu Beras Plastik

Suara.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Fredy Ongko Saputra mengatakan, isu beras plastik yang terbuat dari bahan sintetis telah meresahkan sejumlah pengusaha pangan pokok itu di Kupang.

"Karena akan berdampak terhadap daya beli masyarakat yang termakan isu tersebut, tanpa mengecek terlebih dahulu kebenaran informasi yang marak diberitakan saat ini," katanya di Kupang, Jumat (22/5/2015).

Fredy mengatakan bisa saja isu yang telah fenomenal dalam beberapa hari terakhir ini dapat dibenarkan setelah dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan atau lembaga berkompeten lainnya.

Selama belum ada uji laboratorium atau cara lain yang dapat membuktikan bahwa ada sejenis beras yang palsu diedarkan di Indonesia termasuk di Kupang, maka selama itu pula kabar itu tetap harus dikategorikan sebagai isu terutama konsumen yang berada di kota-kota kecil dan pedalaman perdesaan.

Ia mengaku telah menerima sejumlah aduan dan keberatan dari pengusaha jasa sembako dari sejumlah titik jual beras yang merupakan anggota APINDO NTT dan bahkan timnya telah mendatangi sejumlah agen dan pedagang bera untuk mengecek kebenaran isu beras plastik itu.

Dan hasilnya belum ada temuan ataupun indikai beras seperti diributkan saat ini. "Berdasarkan hasil pengecekan, keberadaan beras plastik tidak ada di Kupang, sehingga meminta agar para pengusaha serta agen tidak terlalu meresahkan adanya isu beras plastik yang belum masuk ke wilayah itu," kata Fredy.

"Tidak perlu resah dan pembeli pun tidak perlu mengkhawatirkan adanya beras palsu di Kupang dan sekitarnya, sebab masih sebatas isu," katanya lagi.

Meski demikian, katanya sebagai antisipasinya supaya para pedagang atau agen beras melakukan pengecekkan setiap beras yang masuk ke Kupang, dengan mencelupkan ke air serta membakar sebagian biji beras.

"Kalau ketika dimasukkan air beras tersebut mengambang, maka positif beras itu terbuat dari plastik, dan apabila dibakar terus terbakar layaknya plastik, perlu dicurigai darimana asal beras tersebut," katanya.

Sementara itu terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Publik Badan Urusan Logistik (Bulog) Nusa Tenggara Timur (NTT) Alex Malelak mengatakan masyarakat di daerah itu tidak perlu merasa cemas dengan adanya beras sintetis yang diduga sudah beredar disejumlah tempat.

Selama ini Bulog NTT hanya menerima beras lokal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Timur. Sementara beras yang diimpor adalah dari luar negeri yakni Vietnam. Sedangkan untuk beras sintetis itu menurut informasi berasal dari China.

"Sampai dengan saat ini belum ada masyarakat atau konsumen yang mengeluhkan beredarnya beras sintetis tersebut. Saya pikir NTT masih aman karena beras sintetis belum masuk sampai saat ini," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disperindag: Beras Plastik Diproduksi Mesin Canggih

Disperindag: Beras Plastik Diproduksi Mesin Canggih

News | Jum'at, 22 Mei 2015 | 06:23 WIB

Ini Respon Kemendag  Atas Hasil Tes Beras Plastik Sucofindo

Ini Respon Kemendag Atas Hasil Tes Beras Plastik Sucofindo

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 20:42 WIB

YLKI Desak Pemerintah Usut Tuntas Peredaran Beras Plastik

YLKI Desak Pemerintah Usut Tuntas Peredaran Beras Plastik

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 19:04 WIB

Gara-gara Beras Plastik, Hubungan Dewi dan Sembiring Renggang

Gara-gara Beras Plastik, Hubungan Dewi dan Sembiring Renggang

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 18:16 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB