Jepang Sumbang Rp5,9 Triliun untuk Kepulauan Pasifik

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 24 Mei 2015 | 08:50 WIB
Jepang Sumbang Rp5,9 Triliun untuk Kepulauan Pasifik
Ilustrasi perubahan iklim. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Jepang menjanjikan bantuan sampai USD 450 juta atau sekitar Rp5,9 triliun untuk membantu negara terdampak perubahan iklim. Di antaranya di negara kepulauan pasifik.

negara-negara di Kepulauan Pasifik terancam tenggelam akibat kutub utara dan selatan mencair karena suhu panas bumi meningkat. Janji Perdana Menteri Shinzo Abe itu dikatakan saat mengadakan pertemuan dengan para pemimpin negara-negara kepulauan pasifik di Iwaki, Jepang utara, Sabtu (23/5/2015) kemarin.

Bantuan itu akan dikucurkan bertahap dalam 3 tahun mendatang. Bantun itu nantinya untuk penataan lingkungan, semisal membuat akses air bersih, membangun energi terbarukan, dan pengolahan limbah.

Jepang juga akan membantu melakuakn pertukaran ahli dan pelatihan terkait isu perubahan iklim. Negara-negara yang akan mendapat bantuan dari Jepang itu di antaranya Fiji, Kepulauan Marshall dan Kepulauan Solomon.

Sebelumnya para ilmuwan bidang perubahan iklim menyerukan negara kepulauan pasifik waspada. Sebab lelehan gletser Arktik sangat ngata. Lelehan itu sebagai faktor kunci dalam kenaikan permukaan laut yang mengancam negara-negara pulau.

Sementara dalam laporan PBB 2014 kemarin terjadi kenaikkan permukaan air laut setinggi 1 meter selama 100 tahun. Ini akan terus naik jika tidak ada tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Kita harus waspada menghadapi kemarahan alam. Dan kita juga harus memulihkan alam agar tak terjadi bencana," kata Abe dalam pidatonya. (AP/NYtimes)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cina Diprediksi Rajai Pasar Panel Surya Dunia

Cina Diprediksi Rajai Pasar Panel Surya Dunia

Tekno | Rabu, 20 Mei 2015 | 06:15 WIB

Ini Alasan Makanan di Pesawat Terbang Terasa Aneh

Ini Alasan Makanan di Pesawat Terbang Terasa Aneh

Tekno | Minggu, 17 Mei 2015 | 06:00 WIB

Jalur Sepeda di Sini Dipasang Sel Surya Raksasa

Jalur Sepeda di Sini Dipasang Sel Surya Raksasa

News | Kamis, 14 Mei 2015 | 12:50 WIB

Pemerintah Berharap Masyarakat Menghemat Air

Pemerintah Berharap Masyarakat Menghemat Air

News | Sabtu, 09 Mei 2015 | 11:42 WIB

Dampak Perubahan Iklim, 1 dari 6 Terancam Spesies Punah

Dampak Perubahan Iklim, 1 dari 6 Terancam Spesies Punah

Tekno | Jum'at, 01 Mei 2015 | 14:56 WIB

Pemerintah Pastikan Ambil Alih Lahan Sawit Milik DL Sitorus

Pemerintah Pastikan Ambil Alih Lahan Sawit Milik DL Sitorus

News | Rabu, 29 April 2015 | 02:16 WIB

Inilah Petisi Tentang Lingkungan di Indonesia

Inilah Petisi Tentang Lingkungan di Indonesia

Press Release | Rabu, 22 April 2015 | 14:42 WIB

Awas Ada Ikan Berpenyakit Tumor

Awas Ada Ikan Berpenyakit Tumor

News | Selasa, 21 April 2015 | 06:02 WIB

Pemanasan Global Ubah Laba-Laba Jadi Mengerikan

Pemanasan Global Ubah Laba-Laba Jadi Mengerikan

News | Sabtu, 18 April 2015 | 16:52 WIB

Menteri Lingkungan Hidup Temani PM Norwegia Temui Orang Rimba

Menteri Lingkungan Hidup Temani PM Norwegia Temui Orang Rimba

News | Kamis, 16 April 2015 | 01:53 WIB

Terkini

Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:39 WIB

Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB

Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:37 WIB

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:32 WIB

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:28 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:19 WIB

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:17 WIB

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:15 WIB

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:09 WIB

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:06 WIB

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:02 WIB