Kisah Memilukan Anak Pengungsi Rohingya

Pebriansyah Ariefana

Senin, 25 Mei 2015 | 11:32 WIB
Kisah Memilukan Anak Pengungsi Rohingya
Salah satu anak etnis Rohingya di pengungsian Aceh. (Antara)

Suara.com - Dua kakak beradik, Mohammad Aesop dan Untas Begum tidak pernah membayangkan nasibnya terdampar di kamp penampungan Kuala Langsa, Kota Langsa, Naggroe Aceh Darussalam. Mereka yatim piatu.

Sama seperti anak-anak lainnya, Aesop yang berusia 10 tahun dan Begum yang berusia 8 tahun cerita soal keadaannya selama dalam pelarian dari Myanmar. Mereka berjuang untuk bertahan mengapung selama 3 bulan bersama ratusan imigran Rohingya.

Aesop dan adiknya hanya bisa saling menghibur agar tidak jenung. Tapi mereka tidak bisa berkutik saat perut sudah merasa lapar. Sebab bergerak sedikit saja untuk meregangkan otot, mereka akan dipukul oleh penjaga kapal. Penjaga itu memegang senjata. Di sana, penumpang kapal ditumpuk dengan hampir tak ada jarak antar penumpang.

Di balik keberadaan Aesop dan Begum di kapal kayu itu sama seperti pengungsi Rohingya lain. Mereka hanya ikut-ikutan, lantaran orangtuanya sudah tiada.

Seorang broker etnis Rohingya yang menarik Aesop dan Begum ke kapal. Broker dan timnya menjelajah ke desa-desa tempat tinggal Rohingya yang sudah putus asa dengan keadaan. Mereka disiksa dan dibunuh oleh kelompok intoleran yang mengatasnamakan agama. Sementara Negara Myanmar diam.

Sekarang keduanya tinggal di Koala Langsa. Mereka juga bersama anak-anak Rohingya lain di sana. Mereka anak-anak, masih suka menghisap permen gula-gula, atau juga memakan keripik kentang yang diberikan relawan di Aceh.

Aesop dan Begim kehilangan ibunya 3 tahun lalu. Seperti dilansir AP, ibunya dibunuh oleh kelompok radikal di Myanmar. Saat itu kelompok tersebut menyerbu Sittwe, salah satu kawasan pemukiman Rohingya. Banyak anak-anak menjadi yatim. Mereka dibawa sanak saudara untuk dirawat.

Namun sebagian dari mereka masih punya ayah yang bekerja di Malaysia. Kebanyakan ayah mereka meminta anak-anaknya untuk meninggalkan Myanmar dan mengadu nasib di Malaysia yang lebih bisa menerima Rohingya. Ayah anak-anak itu mempercayakan seorang broker untuk menjemputnya di kawasan Teluk Benggala.

Namun cerita itu tidak didapat dari pengakuan anak-anak yang sudah sampai ke pantai Thailand, Indonesia, dan Malaysia. Kebanyakan anak-anak mengaku diculik untuk ikut menumpang perahu.

Salah satu pengakuan itu didapat dari Rahman (12) dari Sittwe di Aceh. Dia langsung dimasukkan ke perahu bersama 9 anak laki-laki lain. Dia didorong paksa. Setelah itu, dia tidak tahu ingin diperlakukan seperti apa.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi. Kami ditempatkan atas kapal dan diikat. Mulut kami disumpel kain sehingga tak bisa bicara," cerita Rahman seperti dilansir AP, Minggu (24/5/2015).

Sekarang di tenda pengungsian terlihat nasib anak-anak Rohingya begitu mengenaskan. AP melihat ada anak kecil yang terbaring lesu karena diare. Dia diinfus lengannya. Sementara ada perempuan kurus tengah menggendong menyusui bayinya yang terus menangis.

Banyak tenaga medis Indonesia yang memeriksa anak-anak. Mereka mengatakan anak-anak divaksinasi agar tak terkena penyakit menular. Namun sudah ada 3 anak yang meninggal karena tetanus akhir pekan lalu setelah dirawat di rumah sakit.

"Tragedi kemanusiaan ini terlalu kejam untuk ditanggung anak-anak. Saya sangat sedih melihat tatapan kosong mereka ketika mereka menggambarkan luka emosional," kata Rudi Purnomo, salah satu aktivis anak di Aceh. (AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Pilu Ayatullah, Bocah Rohingya yang Terpisah dari Orang Tua

Kisah Pilu Ayatullah, Bocah Rohingya yang Terpisah dari Orang Tua

News | Minggu, 24 Mei 2015 | 05:01 WIB

Akhirnya, Myanmar Bersedia Dialog Soal Rohingya

Akhirnya, Myanmar Bersedia Dialog Soal Rohingya

News | Jum'at, 22 Mei 2015 | 13:35 WIB

Terkini

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

×