Pembuat Beras Plastik Dianggap Pantas Dihukum Mati

Arsito Hidayatullah

Selasa, 26 Mei 2015 | 04:53 WIB
Pembuat Beras Plastik Dianggap Pantas Dihukum Mati
Pedagang beras di Pasar Rumput, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2015). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Surya Widati, meminta aparat penegak hukum menghukum mati pelaku pembuatan beras plastik yang telah merugikan masyarakat.

"Saya prihatin dengan peredaran beras plastik. Kalau saya ketemu dengan pembuatnya (beras plastik), saya kira dia pantas untuk dihukum mati, karena bikin orang sakit yang mengonsumsinya " katanya di Bantul, Senin (25/5/2015).

Menurut Sri, pihaknya memang belum mengetahui apakah beras plastik yang dikabarkan beredar di wilayah Bekasi tersebut, juga beredar di wilayah Bantul. Sebab dikabarkan memang, beras palsu itu juga ditemukan di wilayah Gunung Kidul.

Namun demikian, Sri mengaku bahwa untuk mengantisipasi peredaran beras plastik di wilayah Bantul, pihaknya telah memerintahkan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) setempat untuk memantau dan mengecek ke pasar-pasar tradisional.

"Saya sudah perintahkan kepala dinas untuk menyurvei dan mengecek beras di seluruh pasar Bantul. Siapa tahu beras plastik itu dicampur dengan beras lokal, karena di Gunung Kidul sudah ditemukan," kata Sri.

Menurut Sri lagi, secara umum ciri-ciri beras plastik itu berbeda dengan beras pada umumnya. Salah satunya, bulir beras tersebut terlihat bening bahkan mengkilap jika terkena cahaya atau sinar, serta pada saat dimasak menjadi lebih lembek.

"Oleh karena itu saya juga mengimbau warga mewaspadai jika membeli beras, untuk memperhatikan ciri-ciri tersebut. Apalagi kalau sudah dicampur dengan beras, tidak akan begitu kelihatan," katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Bantul, Sulistyanto mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk memantau pasar terhadap kemungkinan beras palsu tersebut beredar di wilayahnya.

"Dengan teman-teman Badan Ketahanan Pangan, Kantor Pasar, Dinas Pertanian, kami pantau acak. Dan sampai saat ini di Bantul belum ditemukan yang seperti itu (beras plastik). Harapan saya, mudah-mudahan tidak akan ada di Bantul," paparnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rachmat Gobel: Beras Plastik Jadi Perbincangan di Forum APEC

Rachmat Gobel: Beras Plastik Jadi Perbincangan di Forum APEC

Bisnis | Senin, 25 Mei 2015 | 17:41 WIB

Ahok Bakal Usir Pedagang Beras Plastik dari Jakarta

Ahok Bakal Usir Pedagang Beras Plastik dari Jakarta

News | Senin, 25 Mei 2015 | 17:14 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×