Edarkan Narkoba, Sipir Lapas Banceuy Dipecat

Ardi Mandiri, Agung Sandy Lesmana

Senin, 01 Juni 2015 | 10:15 WIB
Edarkan Narkoba, Sipir Lapas Banceuy Dipecat
Sipir Lapas Banceuy, Dedi Romadi, dipecat lantaran terlibat peredaran sabu 17 Kg di dalam lapas. (suara.com/ Agung Sandy)

Suara.com - Kementerian Hukum dan HAM memecat sipir Lapas Banceuy, Dedi Romadi, (24), lantaran mengedarkan sabu di lapas tersebut. Pemecatan dilakukan Dirjem HAM Mualimin Abdi saat menggelar apel "Gerakan Ayo Kerja, Kami Pasti" di Lapangan Kantor Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (1/6/2015).

Sebelum dipecat, sipir yang terlibat dalam peredaran 17 kg sabu itu telah menandatangani SK pemecatan, yang ditandatangani langsung Menkumham Yasona Laoly. SK pemecatan bernomor MHH 511 KP 003 Tahun 2015 tentang Hukuman Disiplin.

Saat upacara ini berlangsung, seragam PDL (Pakaian Dinas Lapangan) Dedi langsung dicopot Mualimin dan digantikan dengan seragam batik. Dedi terlihat tampak tegang dan hanya menundukkan kepala saat prosesi pencopotan seragam tersebut. Dia juga mendapatkan pengawalan dari dua orang petugas saat upacara berlangsung.

Tak hanya mencopot jabatan staf tingkat 1 golongan B tersebut, Mulaimin juga membacakan surat mandat Menteri Yasona yang tidak menghadiri apel lantaran saat ini sedang berdinas di Blitar, Jawa Timur. Diketahui upacara apel ini dilakukan secara serentak di seluruh daerah di Indonesia.

"Penjatuhan disiplin yang akhir-akhir ini terjadi terkait penyalahgunaan narkoba menurut catatan sudah ada 50 orang pegawai yang terlibat. Saya tidak memberi toleransi bagi siapapun, yang melanggar layak diberi sanksi berat. Hindari penyimpangan apalagi penyalahgunaan wewenang," kata Mulaimin

Dedi dicopot dari jabatannya karena terlibat peredaran narkoba yang ditemukan Badan Narkotika Nasional. Dia ditangkap BNN pada Jumat (22/5/2015) lalu bersama tujuh orang tersangka.

"Ini sanksi berat, kalau ringan kan penurunan jabatan," katanya.

Setelah upacara selesai, Dedi menolak berkomentar kepada awak media yang menanyakan ihwal peredaran narkoba di dalam lapas.

Dia langsung digelandang oleh dua petugas BNN ke kantor BNN pusat, Jakarta Timur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Kue Narkoba di Kampus, Polisi Sidak Tes Urine

Ada Kue Narkoba di Kampus, Polisi Sidak Tes Urine

News | Kamis, 28 Mei 2015 | 13:13 WIB

Polisi Bekuk 3 Pengedar Ekstasi dan Sabu di Jakarta Barat

Polisi Bekuk 3 Pengedar Ekstasi dan Sabu di Jakarta Barat

News | Rabu, 27 Mei 2015 | 13:52 WIB

Terkini

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

×