Suara.com - Pihak Polsek Pondokgede Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), menduga bahwa peristiwa perampokan yang terjadi di tiga minimarket Alfamart berbeda, pada Jumat (5/6), dilakukan oleh komplotan yang sama.
"Hal itu kami ketahui dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di masing-masing toko, dan disaksikan oleh para saksi," ungkap Kanit Reskrim Polsek Pondokgede, Iptu Ardyan Yudo Setuantono, di Bekasi, Sabtu (6/6/2015).
Menurut Ardyan, sejumlah saksi mata juga menyatakan jika kejadian perampokan di tiga lokasi berbeda itu memiliki modus dan ciri pelaku yang nyaris sama. Adapun saksi yang telah diperiksa masing-masing atas nama Andi (21) dan Rian (23) selaku pegawai kasir, serta seorang petugas keamanan bernama Asryad.
Kawanan perampok yang datang ke Alfamart di Jalan Raya Jatimakmur, RT02/05, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, dilaporkan berjumlah tiga orang, di mana seluruh pelakunya mengenakan helm dan pakaian hitam.
Modusnya, mereka menodong korban dengan pistol, lalu menggiring mereka ke laci brankas untuk mengambil uang senilai total Rp48 juta. Modus yang sama juga dilaporkan terjadi di dua Alfamart lainnya, yakni di Jalan Siliwangi Narogong Km 31, serta di Jalan Wibawamukti Jatiasih, dengan selisih waktu hanya kurang dari satu jam.
"Ketika diperlihatkan CCTV dari kejadian di wilayah Narogong dan Jatiasih, para saksi menyatakan tidak asing dengan sosok pelakunya," kata Ardyan.
Menurut Ardyan lagi, CCTV di dua lokasi Alfamart berbeda sengaja dimanfaatkan sebagai alat bukti, lantaran CCTV yang ada di Alfamart Jatimakmur dalam keadaan rusak. CCTV di Alfamart tersebut dilaporkan mengalami kerusakan sejak sepekan lalu, dan hingga kini belum diperbaiki.
Pihaknya sendiri, menurut Ardyan, hingga kini masih terus berusaha melakukan pengejaran terhadap para pelaku, berbekal barang bukti dan kesaksian korban yang telah mereka miliki.
"Kita akan koordinasi dengan seluruh Mapolsek dan Mapolres untuk menangkap pelakunya," katanya. [Antara]