Suara.com - Upaya pencarian korban Kapal Pesiar "Eastern Star" yang terbalik akibat terjangan badai di Sungai Yangtze terus dilakukan. Tim SAR melakukan pencarian jasad penumpang di kabin kapal pada Jumat (5/5/2015) waktu setempat.
Musibah yang terjadi pada Senin (1/6/2015) malam waktu setempat mengakibatkan 396 orang tewas. Sementara puluhan penumpang lainnya masih belum ditemukan.
Dari 456 penumpang dan awak kapal, hanya 14 orang yang telah dipastikan selamat. Salah satunya kapten kapal.
Pencarian korban difokuskan di lantai paling atas dan dasar kapal bertingkat empat itu. Televisi pemerintah memperkirakan upaya pencarian akan membutuhkan waktu karena kondisi kapal yang mengalami kerusakan parah.
Dalam sebuah wawancara, General manager operator Eastern Star, Jiang Zhao, menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya musibah itu. Dia mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan tim investigasi.
Polisi telah menahan kapten dan kepala bagian mesin kapal. Keduanya akan dimintai keterangan sebagai bagian dari penyelidikan. Dari hasil penyelidikan awal, kapal tidak kelebihan muatan dan memiliki cukup pelampung.
Musibah itu merupakan yang terburuk dalam sejarah pelayaran Cina selama tujuh dekade terakhir. Jumlah korban tewas dalam musibah itu lebih tinggi dibandingkan kecelakaan Feri di Korea Selatan pada April 2014 yang menewaskan 304 orang.
Lebih 1.400 anggota keluarga telah tiba di Jianli, Provinsi Hubei, tempat musibah terjadi. Sejumlah keluarga mengeluhkan keterbatasan informasi yang mereka terima dari pemerintah. (Reuters)