Pentingnya Peduli Tetangga untuk Cegah Kasus Angeline Terulang

Siswanto, Firsta Nodia

Kamis, 11 Juni 2015 | 15:47 WIB
Pentingnya Peduli Tetangga untuk Cegah Kasus Angeline Terulang
Suasana olah TKP di rumah ibu angkat Angeline di Denpasar, Bali. (suara.com/Sukiswati)

Suara.com - Berkaca dari kasus kematian tragis Angeline, psikolog Baby Jim Aditya menyebut bahwa peran masyarakat sekitar penting dalam mengungkap kasus kekerasan kepada anak. Ia mengatakan masyarakat di sekitar rumah Angeline seharusnya lebih pro aktif untuk mencegah kejadian tak menyenangkan yang dialami bocah malang ini.

"Pengawasan sosial dari masyarakat sekitar ini penting, bukan berarti ini masalah domestik yang tidak bisa diintervensi. Masyarakat harus sensitif, kalau anak udah kedengeran nangis berarti udah puncak penderitaan. Masa tetangga nggak melihat kejanggalan-kejanggalan itu," kata Baby kepada suara.com, Kamis (11/6/2015).

Berdasarkan kesaksian Agus (25), tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini dan tak lain adalah pembantu rumah Angeline, Angeline kerap dimarahi, bahkan dipukuli oleh sang ibu, Margaret. Bahkan, Angeline kerap berpenampilan lusuh dan harus menuju sekolah dengan berjalan kaki.

Menurut Baby, tanda-tanda tak wajar seperti dialami Angeline seharusnya menjadi sinyal bagi masyarakat sekitar, termasuk guru untuk mengambil tindakan. Salah satunya dengan melaporkan kepada Ketua rukun tetangga atau pihak berwajib.

"Misalnya ada anak yang matanya sembab, penampilan lusuh, dan selalu murung, orang sekitar harus curiga ada yang salah dengan keluarga itu. Minimal laporin ke Pak RT lah, agar monster-monster itu merasa diawasi oleh masyarakat," imbuhnya.

Baby tak menampik bahwa ia sering menemukan orang tua yang kerap berperilaku kasar kepada anak. Hal ini tentu dapat berpengaruh pada kesehatan mental mereka.

"Misalnya orang tua kasar sama anak. Maksudnya nggak sampai membunuh, tapi bukan berarti dia tidak membunuh secara fisik terus anak akan baik-baik saja. Mental anak akan rusak dia menganggap dirinya nggak berharga," katanya.

Selasa, 9 Juni 2015 lalu, Guru SD Negeri 12, Sanur, Bali, yang tak lain adalah guru Angeline, sedang menggelar sembahyang di Pura Penyimpangan Batu Bolong, tepat di depan rumah orangtua angkat Angeline.

Mulanya persembahyangan ditujukan untuk memohon petunjuk keberadaan Angeline yang dilaporkan hilang sejak 16 Mei 2015. Tapi salah seorang guru mengaku mendengar suara Angeline yang memanggil dari dalam rumah. Sontak hal ini memicu para guru untuk melaporkan temuannya kepada polisi.

Hingga akhirnya, Rabu 10 Juni 2015, Kepolisian Resor Kota Denpasar menemukan jasad Angeline yang terkubur di halaman belakang rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Seperti Ini Detik-detik Pembunuhan Angeline di Kamar Pembantu

Seperti Ini Detik-detik Pembunuhan Angeline di Kamar Pembantu

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 15:35 WIB

Pengacara Pembunuh Angeline Yakin Pelaku Tak Hanya Satu Orang

Pengacara Pembunuh Angeline Yakin Pelaku Tak Hanya Satu Orang

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 15:09 WIB

Tim Forensik Sulit Buktikan Angeline Alami Kekerasan Seksual

Tim Forensik Sulit Buktikan Angeline Alami Kekerasan Seksual

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 15:02 WIB

Jokowi Mantu, Fahri: Tolong Masalah Angeline Dianggap Serius

Jokowi Mantu, Fahri: Tolong Masalah Angeline Dianggap Serius

News | Kamis, 11 Juni 2015 | 14:43 WIB

Terkini

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:37 WIB

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:07 WIB

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:37 WIB

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:18 WIB

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:17 WIB

Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi

Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:08 WIB

Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!

Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:02 WIB

Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR

Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:49 WIB

Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!

Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:37 WIB

Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!

Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:13 WIB