Agus dan Margaret Jalani Tes Kebohongan di Polda Bali

Laban Laisila

Selasa, 16 Juni 2015 | 13:36 WIB
Agus dan Margaret Jalani Tes Kebohongan di Polda Bali
Ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe atau Margaret, yang berada di bagian depan (15/6/2015) [suara.com/Luh Wayanti]

Suara.com - Penyidik Polda Bali hari ini, Selasa (16/06/2015), memeriksa Agus (25), tersangka tunggal kasus pembunuhan Angeline dan tersangka penelantaran anak, Margriet Megawe alias Margaret (60), dengan menggunakan alat uji kebohongan yang didatangkan khusus dari Mabes Polri.

"Agenda kami hari ini melakukan pemeriksaan terhadap tersangka M, bergantian dengan AGS," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Herry Wiyanto, di Mapolda Bali, Denpasar, Selasa (16/06/2015).

Dia menambahkan, pemeriksaan dilakukan di Polda karena membutuhkan tempat yang tenang agar keduanya tidak terganggu.

Hery menjelaskan, yang pertama akan diperiksa adalah Agus, mantan pembantu Margaret dengan sejumlah pertanyaan yang sudah disiapkan oleh penyidik.

Dengan alat tersebut, pihaknya tidak mengetahui presentasi kebenarannya.

“Minimal dengan alat ini sudah diuji penggunaannya sehingga bisa mengetahui apakah ada indikasi kebohongan atau dia jujur," paparnya.

Herry menjelaskan, hasil tes uji kebohongan ini akan dijadikan dasar oleh penyidik untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Angeline ditemukan dalam kondisi tewas dalam sebuah luang dekat kandang ayam di halaman belakang rumah milik ibu angkat di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali.

Bocah kelas II SD itu semppat dikabarkan hilang oleh ibu angkatnya pada 16 Mei 2015.

Bocah kecil itu diangkat anak oleh Margaret itu sejak umur tiga hari pada tahun 2007, sejak lahir hingga meninggal belum pernah mengenal dan bertemu dengan kedua orangtua kandungnya. (Luh Wayanti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jenazah Angeline Selesai Autopsi, Jam 14 Wita Dibawa Ortu Kandung

Jenazah Angeline Selesai Autopsi, Jam 14 Wita Dibawa Ortu Kandung

News | Selasa, 16 Juni 2015 | 11:44 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×