PBB dan AS Kecam Hukuman Mati untuk Mursi

Liberty Jemadu

Rabu, 17 Juni 2015 | 06:08 WIB
PBB dan AS Kecam Hukuman Mati untuk Mursi
Mantan presiden Mesir, Muhammad Mursi (Reuters/Asmaa Waguih).

Suara.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon, mengatakan "sangat prihatin" atas hukuman mati yang dijatuhkan oleh pengadilan Mesir terhadap mantan presiden Muhammad Mursi dan 99 rekannya dari organisasi Ikhwanul Muslimin.

Seperti yang diberitakan sebelumnya pengadilan Mesir, pada Selasa (16/6/2015), menjatuhkan hukuman mati pada Mursi yang didakwa terlibat dalam pembunuhan, penculikan, dan sejumlah tindak kejahatan lainnya dalam sebuah aksi pembobolan penjara di 2011 silam.

"PBB menentang cara-cara hukuman mati hukuman di segala kondisi," bunyi pernyataan resmi Ban.

"Sekjen PBB prihatin dengan vonis-vonis seperti itu, yang dijatuhkan dalam sebuah pengadilan massal, dan akan berdampak negatif pada stabilitas jangka panjang Mesir," bunyi pernyataan itu lebih lanjut.

Sementara itu di Pemerintah Amerika Serikat, dalam pernyataan resminya, juga mengecam hukuman mati tersebut dan secara terbuka mengatakan bahwa vonis tersebut "bermotif politik".

Mursi adalah presiden pertama Mesir yang terpilih melalui pemilihan umum demokratis. Ia berkuasa sejak 2012 dan dilengserkan oleh militer dalam sebuah kudeta pada Juli 2013. Sejak saat itu dia ditahan dan diadili dalam sejumlah kasus kekerasan di negara itu. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Pelarian Ikhwanul Muslimin Mesir ke Turki

Kisah Pelarian Ikhwanul Muslimin Mesir ke Turki

News | Kamis, 16 April 2015 | 11:16 WIB

Hamas Dilarang Beraktivitas di Mesir

Hamas Dilarang Beraktivitas di Mesir

News | Selasa, 04 Maret 2014 | 19:59 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×