Ahok Wacanakan Markas Kopassus Jadi Tempat Wisata

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 17 Juni 2015 | 12:20 WIB
Ahok Wacanakan Markas Kopassus Jadi Tempat Wisata
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama latihan menembak di Lapangan Tembak Pistol Rama dan Shinta di markas Kopassus, Cijantung, Rabu (17/6/2015). [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) punya keinginan kelak markas Komando Pasukan Khusus yang terletak di Cijantung, Jakarta Timur, bisa menjadi alternatif tempat wisata.

"Saya tidak tahu boleh atau tidak. Saya selalu punya khayalan seperti ini, seperti luar negeri. Ini juga menjadi tempat tujuan wisata sebetulnya. Jadi orang luar negeri datang," ujar Ahok ketika memberikan sambutan peresmian Lapangan Tembak Pistol Rama dan Shinta di markas Kopassus, Cijantung, Rabu (17/6/2015).

Ahok mengaku tidak tahu bagaimana prosedurnya, tapi dia yakini kalau kelak markas Kopassus menjadi destinasi wisata, akan banyak wisatawan yang datang. Dan tentu saja, pemasukan kas daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun bertambah lagi.

"Saya tidak tahu secara prosedur, saya kadang-kadang suka melampaui aturan yang ada. Saya pikir kenapa nggak boleh turis datang ke sini, mancing di sini, ada GOR yang baik," kata Ahok.

"Nanti kalau kita bangun lima lantai ada penginapan yang baik. Kenapa tidak dibuat tur, misalnya, orang luar negeri datang, mau belajar nembak. Tentu diseleksi, jangan teroris yang datang belajar nembak. Ini juga suatu pemasukan buat DKI. Tempat ini selalu ada kegiatan. Kami ingin semua tempat ada event-eventnya," Ahok menambahkan.

Sebelumnya, Ahok juga memiliki keinginan kelak lapangan tembak yang berada di Senayan, Jakarta Selatan, bisa menjadi obyek wisata.

"Kami sempat mau bangun di lapangan tembak Senayan. Ngajuin Rp11 miliar, mau kita bangun total gedung. Saya sudah setuju aja, tapi ternyata aturannya tidak boleh karena itu tanah miliknya Setneg. Jadi yang ngajuin tidak boleh perbaiki kepada kami. Kalau diajukan kita berpikir itu kan di tengah kota, di mana ada di tengah kota, kalau kita bisa bikin lapangan tembak simulasi ‎misalnya dengan laser atau apa, dengan yang teknologi, ini akan membuat tempat wisata tambahan," kata dia.

"Orang bisa habis setengah hari di situ, untuk keluarga dan dia bayar. Satu peluru mahal ini. Satu peluru Pindad bisa kita jual mahal kalau ada turis datang, kira-kira begitu. Harapan saya seperti itu," Ahok menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok: TNI Juara Tembak, AS Sampai Minta Senjata Dibongkar

Ahok: TNI Juara Tembak, AS Sampai Minta Senjata Dibongkar

News | Rabu, 17 Juni 2015 | 11:03 WIB

Awalnya Malu-malu Latihan Menembak, Ahok Akhirnya Ketagihan

Awalnya Malu-malu Latihan Menembak, Ahok Akhirnya Ketagihan

News | Rabu, 17 Juni 2015 | 10:47 WIB

Ahok Sayang Ibu Angkat

Ahok Sayang Ibu Angkat

News | Selasa, 16 Juni 2015 | 18:19 WIB

Takut Ketemu Ahok, Banyak Pejabat DKI Menolak Naik Pangkat

Takut Ketemu Ahok, Banyak Pejabat DKI Menolak Naik Pangkat

News | Selasa, 16 Juni 2015 | 15:11 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×