Mantan Penghuni Kos Rumah Angeline Beri Informasi Lagi

Siswanto

Kamis, 25 Juni 2015 | 13:09 WIB
Mantan Penghuni Kos Rumah Angeline Beri Informasi Lagi
Siti Sapurah, pendamping hukum dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Denpasar, bersama Rahmat Handono, Kamis (25/6/2015). [suara.com/Luh Wayanti]

Suara.com - Rahmat Handono, salah satu saksi kasus penelantaran Engeline Margriet Megawe (Angeline), Kamis (25/6/2015), kembali mendatangi Polda Bali di Denpasar untuk memberikan keterangan. Rahmat adalah orang yang pernah kos di rumah Angeline.

"Cuma mau mengubah keterangan sedikit saja" kata Handono yang didampingi Siti Sapurah, pendamping hukum dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Denpasar, di Polda Bali.

Siti menambahkan keterangan yang akan diubah ialah soal tanah.

"Cuma satu keterangan saja yang diubah, terkait dengan tanah itu saja," ujarnya.

Pada Rabu malam (24/6/2015), Handono juga menjadi saksi atas kasus pembunuhan Angeline di Polresta Denpasar.

Waktu itu, Handono diperiksa mulai pukul 19.00 Wita hingga 22.30 Wita, namun sayangnya dia tidak hapal berapa pertanyaan yang diajukan penyidik.

Angeline diadopsi Margaret sejak umur tiga hari pada 2007. Sejak itu, Angeline belum pernah bertemu orangtua kandung, Hamidah dan Rosidik.

Dalam kasus Angeline, polisi sudah menetapkan dua orang tersangka. Pertama, Agus, orang yang pernah menjadi pembantu rumah Angeline, ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan. Kedua, Margaret, jadi tersangka kasus penelantaran anak.

Bocah kelas 2-B di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar, sebelumnya dilaporkan orangtua angkatnya hilang pada Sabtu (16/5/2015).

Tapi ternyata, jasad Angeline ditemukan dalam kondisi terkubur di halaman belakang rumah Margaret, dekat kandang ayam, Rabu (10/6/2015).

Jenazah Angeline ditemukan dalam keadaan tertelungkup memeluk boneka barbie dan dibungkus kain sprei putih.

Dari hasil autopsi RS Sanglah, di lehernya ditemukan bekas jeratan dan banyak sekali tanda kekerasan akibat benda tumpul, bahkan sundutan rokok di tubuh bocah tersebut. Ia juga menjadi korban perbuatan asusila yang dilakukan Agus. Kekerasan yang diterima Angeline diduga sudah berlangsung lama.

Tim pendamping hukum orangtua kandung Angeline dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Denpasar tidak puas dengan apa yang disangkakan polisi kepada Margaret. (Luh Wayanti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengacara Margaret Pertanyakan Hasil Tes DNA dan Sidk Jari

Pengacara Margaret Pertanyakan Hasil Tes DNA dan Sidk Jari

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 13:06 WIB

Kapolda Bali: Ada Indikasi Tersangka Baru Pembunuh Angeline

Kapolda Bali: Ada Indikasi Tersangka Baru Pembunuh Angeline

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 10:14 WIB

Cari Bukti Pembunuhan Angeline, Polda Bali Sita Bukti Tambahan

Cari Bukti Pembunuhan Angeline, Polda Bali Sita Bukti Tambahan

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 08:54 WIB

Pembunuhan Angeline, Polisi Sita Sandal di Rumah Anak Margaret

Pembunuhan Angeline, Polisi Sita Sandal di Rumah Anak Margaret

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 07:37 WIB

Ini Kegiatan TSK Pembunuh Angeline Sekarang di Ruang 3 x 4 Meter

Ini Kegiatan TSK Pembunuh Angeline Sekarang di Ruang 3 x 4 Meter

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 07:13 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×