Ini Pengakuan Agustinus Kepada Ortunya Soal Pembunuhan Angeline

Siswanto

Kamis, 25 Juni 2015 | 13:59 WIB
Ini Pengakuan Agustinus Kepada Ortunya Soal Pembunuhan Angeline
Hiwa Hamandoro, kakak tersangka pembunuh Angeline, Kamis (25/6/2015). [suara.com/Luh Wayanti]

Suara.com - Agustinus alias Agus, tersangka pembunuh Engeline Margriet Megawe (Angeline), mengaku kepada ibunya Kadongkang Madik dan kakaknya Hiwa Hamandoro bahwa sebenarnya dia tidak membunuh Angeline. Selama ini Agus mengaku mendapatkan tekanan. Agus adalah mantan pembantu ibu angkat Angeline, Margriet Megawet alias Margaret, di rumah Jalan Sedap Malam, Denpasar, bali.

"Agus mengatakan yang membunuh adalah Margaret dan dia hanya disuruh menguburkan korban," kata Hiwa Hamandoro di Denpasar, Kamis (25/6/2015).

Hiwa Hamandoro mengaku mengetahui adiknya jujur mengatakan itu.

"Dia ngomong seperti itu kepada saya dan ibu," ujarnya.

Saat itu dia kenapa Agus selama ini sering mengubah pernyataan, menurut Hiwa Hamandoro, itu terjadi karena selama ini adiknya takut dibunuh.

"Dia mengaku kepada saya kalau dia ditekan untuk tutup mulut dengan dijanjikan uang Rp200 juta," katanya.

Pertemuan Agus dengan ibu dan kakaknya pada Selasa 23 Juni 2015 di Polda Bali. Katanya, kalau Agus sudah dibayar Rp200 juta oleh Margaret, Agus disuruh pulang kampung dan jangan ke Bali lagi.

Pengacara Agus, Haposan Sihombing, mengatakan Agus tidak akan berbohong dengan orangtua dan kakaknya.

"Agus klien kami tidak mungkin dia berbohong dengan ibu dan kakaknya. Dia bercerita sesuai dengan BAP yang terakhir. Kalau dia tidak melakukan pembunuhan," katanya.

Angeline diadopsi Margaret sejak umur tiga hari pada 2007. Sejak itu, Angeline belum pernah bertemu orangtua kandung, Hamidah dan Rosidik.

Dalam kasus Angeline, polisi sudah menetapkan dua orang tersangka. Pertama, Agus, orang yang pernah menjadi pembantu rumah Angeline, ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan. Kedua, Margaret, jadi tersangka kasus penelantaran anak.

Bocah kelas 2-B di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar, sebelumnya dilaporkan orangtua angkatnya hilang pada Sabtu (16/5/2015).

Tapi ternyata, jasad Angeline ditemukan dalam kondisi terkubur di halaman belakang rumah Margaret, dekat kandang ayam, Rabu (10/6/2015).

Jenazah Angeline ditemukan dalam keadaan tertelungkup memeluk boneka barbie dan dibungkus kain sprei putih.

Dari hasil autopsi RS Sanglah, di lehernya ditemukan bekas jeratan dan banyak sekali tanda kekerasan akibat benda tumpul, bahkan sundutan rokok di tubuh bocah tersebut. Ia juga menjadi korban perbuatan asusila yang dilakukan Agus. Kekerasan yang diterima Angeline diduga sudah berlangsung lama.

Tim pendamping hukum orangtua kandung Angeline dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Denpasar tidak puas dengan apa yang disangkakan polisi kepada Margaret.

Siti mengaku heran dengan polisi yang hanya menetapkan Margaret menjadi tersangka penelantaran anak.

Pengacara Margaret membantah keras pengakuan Agus. Margaret mengaku tidak tahu menahu soal pembunuhan itu. Pengacara meminta berbagai pihak jangan membangun opini. (Luh Wayanti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mantan Penghuni Kos Rumah Angeline Beri Informasi Lagi

Mantan Penghuni Kos Rumah Angeline Beri Informasi Lagi

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 13:09 WIB

Pengacara Margaret Pertanyakan Hasil Tes DNA dan Sidk Jari

Pengacara Margaret Pertanyakan Hasil Tes DNA dan Sidk Jari

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 13:06 WIB

Kapolda Bali: Ada Indikasi Tersangka Baru Pembunuh Angeline

Kapolda Bali: Ada Indikasi Tersangka Baru Pembunuh Angeline

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 10:14 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×