Di Rekaman KPK, Waryono Bahas Duit Buka Tutup Gendang dengan Rudi

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 25 Juni 2015 | 15:26 WIB
Di Rekaman KPK, Waryono Bahas Duit Buka Tutup Gendang dengan Rudi
Sidang terdakwa mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Waryono Karno di Jakarta, Senin (1/6). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Terdakwa kasus korupsi APBN Perubahan tahun 2013 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Sutan Bhatoegana, kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2015). Sidang hari ini agendanya pemeriksaan saksi yaitu mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Waryono Karno.

Di persidangan, jaksa penuntut umum KPK memutar rekaman hasil sadapan yang berisi percakapan antara (mantan) Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dan Waryono Karno. Dalam rekaman, keduanya terdengar membahas uang buka tutup gendang terkait kelancaran pembahasan APBN Perubahan di DPR.

"Nuwun sewu, jam tiga hari ini kan ada rapat dengan Komisi VII, bapak hadir?" kata Waryono.

Rudi pun menjawab akan hadir dalam rapat di DPR. Setelah Rudi menjawab, Waryono mengatakan yang intinya menyinggung soal persiapan dana yang dibutuhkan dalam pembahasan APBN Perubahan.

"Nah untuk antisipasi itu, hanya arahan dari Pak Menteri memang itu lewat Pak ZA Pak dananya. Bagaimana ininya yang bapak ke Pak NB," kata Waryono.

Rudi menjelaskan soal dana buka tutup gendang. Intinya, SKK migas tidak bisa menanggung itu sendirian dan berharap Pertamina mau membantu.

"Saya coba yang buka gendang dari kita, tadinya minta tutup gendangnya tadinya dipikir dari Pertamina. Pertamina sudah dihubungi Bu Karen Pak?," kata Rudi kepada Waryono.

Waryono pun menjawab dia akan menelpon Direktur Utama Pertamina ketika itu Karen Agustiawan untuk meminta bantuan dana melalui istilah sharing.

"Saya telepon dulu Bu Karen, supaya buka tutup kendangnya biar sharing," kata Rudi.

Selain terkait dana, dalam percakapan tersebut Rudi juga bertanya kepada Waryono soal orang yang mengurus persidangan di DPR. Namun, belum sempat dijawab, Rudi berkesimpulan bahwa apakah yang akan menghandle adalah ZA.

"Yang akan handle ZA? Yang untuk handle acara nanti siapa, ZA?," tanya Rudi. ZA, menurut Waryono saat ditanya hakim adalah politisi Golkar, Zainudin Amali. Zainudin waktu itu menjabat Wakil Ketua Komisi VII.

Namun, jawaban Waryono lain dari yang diduga Rudi. Pasalnya, dalam rekaman tersebut hanya terdengar inisial SB yang disebutkannya.

"Nanti SB langsung dengan kita," kata Waryono.

Menurut Waryono, uang buka tutup gendang terkait APBNP 2013 merupakan istilah yang terlontar dari Rudi. Maksudnya adalah uang untuk kelancaran pembahasan APBNP tahun 2013 di DPR.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Staf Khusus SBY Disebut Rutin Terima Jatah Uang Korupsi ESDM

Staf Khusus SBY Disebut Rutin Terima Jatah Uang Korupsi ESDM

News | Jum'at, 12 Juni 2015 | 13:17 WIB

Terdakwa Kasus Korupsi ESDM Yakin Mantan Staf Khusus SBY Bersih

Terdakwa Kasus Korupsi ESDM Yakin Mantan Staf Khusus SBY Bersih

News | Jum'at, 12 Juni 2015 | 02:30 WIB

Agus: Waktu Itu Ibas Anak Presiden, Tak Mungkin Terlibat

Agus: Waktu Itu Ibas Anak Presiden, Tak Mungkin Terlibat

News | Jum'at, 05 Juni 2015 | 13:38 WIB

Ruhut: Sutan Sebut Ibas di Sidang untuk Cari Pembelaan SBY

Ruhut: Sutan Sebut Ibas di Sidang untuk Cari Pembelaan SBY

News | Jum'at, 05 Juni 2015 | 11:17 WIB

Terkini

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:20 WIB

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:16 WIB

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:08 WIB

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:18 WIB

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

×