Ketua Komisi II: Dana Parpol Seharusnya Lebih dari 10 Kali Lipat

Arsito Hidayatullah | Nikolaus Tolen | Suara.com

Jum'at, 26 Juni 2015 | 21:28 WIB
Ketua Komisi II: Dana Parpol Seharusnya Lebih dari 10 Kali Lipat
Ilustrasi kampanye parpol di Pemilu 2014 lalu. [Antara]

Suara.com - Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarul Zaman menyambut baik  terkait adanya usulan kenaikan sepuluh kali lipat dana Partai politik(Parpol).Meskipun,
menurutnya hal tersebut masih sangat kurang bila menilik pada fungsi Parpol. Dengan demikian dana parpol saat ini bisa mencapai 1.080 rupiah per suara, karena sebelumnya hanya 108 rupiah per suara.

"Setujulah, bila perlu jangan sepuluh kali lipat saja. Harusnya tidak hanya 1.000 tetapi 10 ribu," kata Rambe di Gedung DPR Senayan, Jakarta Selatan, Jumat(26/6/2015).

Menurut Politisi Golkar tersebut posisi Parpol dalam Undang-Undang Dasar 1945 sangatlah jelas posisinya. Dan karena parpol-lah yang mengusung calon presiden dan calon legislatif, maka dia menegaskan bahwa Parpol harus memiliki uang yang banyak. Dan untuk mengumpulkan dana, Parpol tidak bisa  melakukannya sendiri sehingga harus dibantu oleh negara juga.

"Parpol itu di UUD sudah jelas posisinya.Bahwa dialah yang mencalonkan Presiden, DPR yang juga berfungsi untuk melaksanakan dan mengawasi. Parpol juga dalam fungsinya harus bisa menampung aspirasi masyarakat. Dan untuk itu, Parpol harus punya dana yang juga harus dibantu oleh pemerintah, nggak boleh kayak layang-layang putus," jelas Rambe.

Meskipun begitu, pembahasan terkait dengan kenaikan dana Parpol tersebut masih pada tahap pendahuluan. Dan karenanya hal tersebut masih membuka kemungkinan untuk terus berubah. Dia juga menegaskan bahwa meskipun nanti disepakati sepuluh kali lipat, hal tersebut tidak membebankan keuangan negara.

"Jumlahnya tergantung jumlah suara nantinya, kalau 20 juta kalikan saja. Itu masih pendahluan, dan itu masih bisa berubah lagi. Sudah sangat pantaslah, dan itu tidak membebankan keuangan negara," tutupnya.

Seperti diketahui, saat ini, bantuan dana untuk parpol diberikan sebesar Rp 108 per suara. Pemerintah pun mempertimbangkan untuk menaikkan dana bantuan itu. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sebelumnya mengatakan, pihaknya telah menyerahkan draf usulan kenaikan dana bantuan parpol kepada Presiden Joko Widodo.

"Kita mengajukan untuk meningkatkan 10 sampai 20 kali lipat dari yang ada sekarang. Kalau PDI Perjuangan sekarang terima Rp 2 miliar, jadi kita akan menerima Rp 20 miliar," kata Tjahjo.

Presiden Joko Widodo kemudian dikabarkan menyetujui kenaikan bantuan keuangan untuk partai politik yang dimungkinkan dialokasikan pada APBN 2016. Meski demikian, besaran anggarannya masih belum ditetapkan secara resmi karena masih harus dibahas sejumlah kementerian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wakil Ketua DPR Apresiasi Usulan Dana Parpol

Wakil Ketua DPR Apresiasi Usulan Dana Parpol

News | Jum'at, 26 Juni 2015 | 14:31 WIB

Dukung Rp1 Triliun Untuk Partai, Ini Syarat yang Diusulkan Ahok

Dukung Rp1 Triliun Untuk Partai, Ini Syarat yang Diusulkan Ahok

News | Senin, 16 Maret 2015 | 12:50 WIB

Ini Syarat Presiden Jokowi Jika Parpol Ingin Dana Rp1 Triliun

Ini Syarat Presiden Jokowi Jika Parpol Ingin Dana Rp1 Triliun

News | Sabtu, 14 Maret 2015 | 06:17 WIB

Ada Partai yang Pencatatan Keuangannya Cuma di Kepala Ketua Umum

Ada Partai yang Pencatatan Keuangannya Cuma di Kepala Ketua Umum

News | Kamis, 12 Maret 2015 | 10:39 WIB

Terkini

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 18:21 WIB

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:49 WIB

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:21 WIB

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB