Penerbangan Perintis Susi Air di Pekanbaru Dihentikan

Arsito Hidayatullah

Kamis, 02 Juli 2015 | 09:32 WIB
Penerbangan Perintis Susi Air di Pekanbaru Dihentikan
Ilustrasi informasi penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru, Riau. [Antara]

Suara.com - Maskapai penerbangan jenis sewa milik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Susi Air, menghentikan operasi penerbangan melayani rute perintis di Riau dan Kepulauan Riau dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru karena perbaikan pesawat.

"Armada pesawat yang dioperasikan Susi Air di Pekanbaru itu terbatas. Jadi ketika ada 'trouble', maka mereka tidak melayani penerbangan perintis," kata Wendy Yolanda Pasaribu, perwakilan perusahaan travel yang selalu mangkal di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Rabu.

Dia mengatakan maskapai penerbangan Indonesia yang dioperasikan oleh PT ASI Pujiastuti Aviation tersebut sudah tidak melayani penerbangan perintis selama hampir tiga pekan.

Awal tahu ini, Susi Air kembali ditunjuk Kementerian Perhubungan untuk melayani penerbangan perintis seperti rute Pekanbaru-Dabo Singkep pergi pulang (pp) 3 kali dalam sepekan dan rute Pekanbaru-Tanjung Balai Karimun sebanyak 2 kali dalam sepekan.

Rute Pekanbaru-Tembilahan pp sekali dalam sepekan dengan harga tiket untuk ketiga rute perintis itu Rp283.300 per orang dan bayi Rp32.830 per orang, sedangkan rute Pekanbaru-Pasir Pangaraian pp satu kali dalam sepekan dengan harga Rp318.500 per orang dan bayi Rp36.050 per orang.

"Tarif penerbangan perintis ini disubsidi oleh pemerintah sehingga relatif terjangkau dengan menggunakan pesawat jenis Cessna Grand Caravan C208B kapasitas 16 orang penumpang," ujarnya.

Arissyah (23), seorang warga Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mengaku tidak menemukan saat mencari di loket tiket penerbangan perintis Susi Air. Loket itu biasanya terletak di lantai dasar terminal Bandara Internasional SSK II Pekanbaru bersama maskapai lain.

Ia mengaku hanya diberi nomor telepon seluler maskapai tersebut oleh petugas yang berada di 'customer service' bandara. Ketika dirinya menghubungi nomor telepon seluler tersebut terdengat nada sedang sibuk dan beberapa saat kemudian tidak aktif.

"Padahal saya mau mudik Lebaran tahun ini menggunakan rute perintis Pekanbaru-Dabo Singkep, lalu dilanjutkan dengan tranportasi laut. Tapi tidak direspon oleh pihak Susi Air, sehingga saya memutuskan naik Lion rute Pekanbaru-Batam," ujar mahasiswa salah satu univertas di Pekanbaru itu. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenhub: Semua Maskapai Wajib Serahkan Laporan Keuangan

Kemenhub: Semua Maskapai Wajib Serahkan Laporan Keuangan

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2015 | 11:57 WIB

AirAsia, Maskapai yang Jadwal Penerbangannya Selalu "On Time"

AirAsia, Maskapai yang Jadwal Penerbangannya Selalu "On Time"

Bisnis | Sabtu, 10 Januari 2015 | 16:01 WIB

Garuda, Lion, Wings, Trans Nusa dan Susi Air Langgar Izin Rute

Garuda, Lion, Wings, Trans Nusa dan Susi Air Langgar Izin Rute

News | Jum'at, 09 Januari 2015 | 17:58 WIB

Menko Perekonomian Dukung Tarif Batas Bawah Penerbangan Domestik

Menko Perekonomian Dukung Tarif Batas Bawah Penerbangan Domestik

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2015 | 00:10 WIB

Terkini

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:39 WIB

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:00 WIB

×