Suara.com - Agustinus alias Agus, tersangka pembunuh Engeline Margriet Megawe atau Angeline, ketika diperiksa ulang penyidik Polresta Denpasar, Bali, Kamis (2/7/2015), tetap mengatakan bahwa dia bukan pelaku pembunuhan.
"Dia ditanyai BAP mulai dari pertama hingga yang terakhir. Dan pernyataannya dia tidak berubah, Agus tetap konsisten dengan pernyataannya bahwa tidak membunuh Angeline," kata pengacara Agus, Hotman Paris Hutapea.
Dalam pemeriksaan ulang, kata Hotman, Agus ditanyai tentang BAP mulai dari kejadian tanggal 10, 13, 17, dan 20 Juni 2015.
Hotman mengatakan Agus menegaskan bahwa yang membunuh Angeline adalah ibu angkat Angeline yaitu Margriet Christina Megawe alias Margaret.
"Saya berulang kali menanyakan kepada dia dan jawabannya sama, dia tidak membunuh Angeline. Dia hanya diminta mengubur itu saja," katanya.
Agus, kata Hotman, bercerita bahwa pada 16 Mei 2015 dipanggil ke kamar Margaret. Di kamar, katanya, Angeline tergeletak di lantai.
"Saat itu Agus juga melihat darah Angeline berceceran. Katanya darah itu mengenai kaos, celana dan tangan kiri Agus," ujarnya.
Hotman pun mempertanyakan kemana bekas darah Angeline yang waktu itu dilihat Agus. Menurutnya, darah itu merupakan bukti kuat.
"Darah itu kemana, apakah tim Inafis (Mabes Polri) belum menemukannya atau bagaimana,"kata dia.
Angeline diadopsi Margaret sejak umur tiga hari pada 2007. Sejak itu, Angeline belum pernah bertemu orangtua kandung, Hamidah dan Rosidik.
Dalam kasus Angeline, polisi sudah menetapkan dua orang menjadi tersangka kasus pembunuhan. Pertama, Agus, orang yang pernah menjadi pembantu Margaret dan kedua Margaret. Sebelumnya, Margaret juga sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus penelantaran anak.
Bocah kelas 2-B di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar, sebelumnya dilaporkan orangtua angkatnya hilang pada Sabtu (16/5/2015).
Tapi ternyata, jasad Angeline ditemukan dalam kondisi terkubur di halaman belakang rumah Margaret, dekat kandang ayam, Rabu (10/6/2015).
Jenazah Angeline ditemukan dalam keadaan tertelungkup memeluk boneka barbie dan dibungkus kain sprei putih.
Dari hasil autopsi RS Sanglah, di lehernya ditemukan bekas jeratan dan banyak sekali tanda kekerasan akibat benda tumpul, bahkan sundutan rokok di tubuh bocah tersebut. Ia juga menjadi korban perbuatan asusila yang dilakukan Agus. Kekerasan yang diterima Angeline diduga sudah berlangsung lama. (Luh Wayanti)
Kumpulan Kuis Menarik
Terkait
Pengacara Ibu Angkat Angeline Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan
News | Kamis, 02 Juli 2015 | 15:48 WIB
Pendeta-pendeta Dampingi Agus Agar Jujur Tentang Angeline
News | Kamis, 02 Juli 2015 | 15:04 WIB
Ibu Angkat Angeline Sering Curhat Soal Duit
News | Kamis, 02 Juli 2015 | 13:27 WIB
Lagi, Saksi Memberatkan Ibu Angkat Angeline Dihadirkan ke Polisi
News | Kamis, 02 Juli 2015 | 12:21 WIB
Terkini
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!
News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB
Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!
News | Kamis, 30 April 2026 | 20:43 WIB
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
News | Kamis, 30 April 2026 | 20:20 WIB
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
News | Kamis, 30 April 2026 | 19:45 WIB
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
News | Kamis, 30 April 2026 | 19:25 WIB
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
News | Kamis, 30 April 2026 | 19:21 WIB
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
News | Kamis, 30 April 2026 | 19:12 WIB
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
News | Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB