Antisipasi Kebakaran, Resto Bandara Dilarang Pakai Minyak Goreng

Ruben Setiawan

Senin, 06 Juli 2015 | 23:33 WIB
Antisipasi Kebakaran, Resto Bandara Dilarang Pakai Minyak Goreng
Petugas pemadam di depan JW Sky Lounge Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (5/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com -  PT Angkasa Pura II akan melarang restoran di bandara menggunakan minyak goreng sebagai bahan untuk memasak karena dinilai dapat memicu kebakaran menyusul peristiwa kebakaran pada JW Lounge Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (5/7) pagi.

Direktur Operasi dan Teknik Djoko Murdjatmodjo dalam diskusi di Jakarta, Senin, mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat edaran kepada seluruh penyewa tempat (tenant) terkait informasi tersebut.

"Kalau jualannya harus digoreng di situ dan masak di situ, ya kami persilakan pindah ke tempat lain. Yang di situ (terminal penumpang), silakan cari produk yang tidak perlu menggoreng," katanya seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan pihaknya juga akan mencarikan jalan keluar bagi restoran-restoran yang menggunakan minyak goreng, seperti restoran cepat saji untuk tidak menyewa ruang komersial di terminal penumpang, tetapi di luar itu.

"Atau kalau restoran itu ingin tetap di situ mari cari tempat yang terpisah dari gedung terminal, misalnya di parkiran. Motivasi kita lakukan, tapi komersial juga kita pertimbangkan. Hanya saja jangan kalahkan keselamatan," katanya.

Disinggung mengenai pendapatan yang berkurang, Djoko mengaku hal itu tidak menjadi masalah asalkan tidak mengorbankan keselamatan.

Selain tidak boleh menggunakan minyak goreng, dia mengatakan, setiap restoran juga tidak boleh menggunakan kompor, selain kompor listrik karena bisa memicu kebakaran, kecuali microwave.

"Tapi, kalau tidak dicek berkala microwave itu, kerak-kerak minyak yang ada di dalam itu juga bisa membahayakan, bisa menyebabkan kebakaran," katanya.

Pelarangan penggunaan minyak goreng merupakan salah satu upaya AP II untuk memperketat peraturan yang ada di terminal Bandara Soekarno-Hatta agar kejadian kebakaran pada minggu pagi tersebut tidak terulang.

Peraturan lainnya yang tercantum dalam surat edaran tersebut, seperti pembagian server listrik menjadi dua agar terdapat cadangan (backup) dan ditempatkan di tempat yang berbeda serta pengecekan berkala yang awalnya satu tahun sekali menjadi dua kali.

Djoko mengkalim pihaknya sudah memiliki prosedur standar operasional (SOP) penanganan kondisi krisis, seperti kebakaran dan saat ini tengah mengkaji kembali aspek-aspek lainnya.

"Kita ada 'airport emergency plan' dan 'airport emergency committee'. Di situ sudah diatur bagaimana menangani kebakaran di sisi udara, di pesawat gimana bagaimana dan di gedung bagaimana," katanya.

Dia mengatakan pihaknya mewajibkan setiap penyewa ruang komersil untuk memiliki alat pemadam api ringan (Apar) dan melarang untuk menggunakan kompor minyak dan kompor gas.

Namun, dia mengataku saat ini pihaknya belum memiliki ruangan untuk menampung penumpang dalam keadaan kontigensi, seperti kebakaran kemarin dan saat ini penumpang masih dialihkan ke "Umrah Lounge".

Meskipun belum diketahui penyebab kebakaran, Djoko mengatakan sebagian besar penyebab kebakaran karena listrik, karena itu pihaknya juga memperketat penggunaan listrik oleh para penyewa, seperti kabel yang harus rapi dan tidak menumpuk stop kontak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×