37 TKI Tersandung Masalah Berat di Luar Negeri

Ardi Mandiri

Sabtu, 11 Juli 2015 | 05:16 WIB
37 TKI Tersandung Masalah Berat di Luar Negeri
Kepala BNP2 TKI, Nusron Wahid. [suara.com/Laban Laisila]

Suara.com - Sebanyak 37 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur mengalami masalah yang cukup berat, salah satunya terancam hukuman mati, sehingga pemerintah akan berupaya mendampingi mereka.

"Di Jatim ada 37 TKI yang mengalami masalah besar. Kami akan kumpulkan keluarga TKI dengan Menlu untuk diskusi mencari solusi lebih baik," kata Ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Nusron Wahid di Nganjuk, Jumat (10/7/2015).

Ditemui di sela Safari Ramadhan di Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk tersebut, Nusron mengatakan dari 37 TKI tersebut masalah mereka beragam, seperit ancaman hukuman mati, hukuman seumur hidup, narkotika, sampai terkena kasus pembunuhan.

Ia mengatakan pihaknya sudah berencana mengadakan pertemuan dengan keluarga TKI yang mendapatkan masalah itu. Nantinya, pada 27 Juli akan mengundang keluarga TKI yang dipertemukan dengan Kementerian Luar Negeri, guna melakukan diskusi mencari solusi lebih baik.

Selain agenda itu, Nusron juga mengatakan pemerintah dengan BNP2TKI juga akan berusaha melobi pemerintahan di tempat TKI tersebut terkena masalah. Pemerintah juga akan menyiapkan pengacara guna mendampingi TKI yang terkena masalah di luar negeri.

"Kami juga minta maaf pada keluarga korban, bahkan jika ada diyat kami bantu diyatnya," ujarnya.

Nusron mengatakan sebenarnya aspek perlindungan kepada TKI semakin baik, namun masih ada beberapa masalah yang merupakan peninggalan sebelumnya, misalnya terkait dengan pemalsuan dokumen maupun umur, sehingga berdampak pada TKI yang negara tempat ia bekerja berpotensi terjadi masalah.

Saat ini, pemerintah mengkaji model alternatif agar TKI di luar negeri menjadi lebih aman. Pemerintah akan menghentikan pengiriman TKI untuk rumah tangga dan menggantinya dengan sektor lain, seperti di perusahaan.

Ia berharap TKI yang bekerja di luar negeri dipenuhi dengan keterampilan. Selain keamanan mereka lebih terjamin, hak mereka juga dipastikan lebih aman.

"Semua yang domestik akan ganti sistem, nanti menjadi pelayan toko, perusahaan. Untuk pembantu rumah tangga diperbolehkan, tapi tinggal di luar dan tidak menyatu (ikut di dalam rumah majikan)," ujarnya.

Saat ini, pemerintah masih mengkaji rencana tersebut dan nantinya akan dibicarakan dengan negara tempat tujuan TKI. Ia berharap negara yang menjadi tujuan TKI bisa menerima konsep tersebut.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah memang akan mengurangi porsi TKI yang bekerja di domestik atau di dalam rumah tangga.

Pemerintah juga tidak melakukan pembatasan TKI yang bekerja, tapi akan membekali mereka dengan keterampilan, sehingga mempunyai bekal yang lebih baik saat di luar negeri.

"Kalau pembatasaan dengan keterampilan. Kami ingin tenaga kerja formal, bukan informal," kata Wagub. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Enam Tahun Dianiaya Majikan, Kondisi TKI Masyitoh Memprihatinkan

Enam Tahun Dianiaya Majikan, Kondisi TKI Masyitoh Memprihatinkan

News | Jum'at, 10 Juli 2015 | 06:10 WIB

Jokowi Didesak Segera Selamatkan Empat Nyawa TKI di Arab Saudi

Jokowi Didesak Segera Selamatkan Empat Nyawa TKI di Arab Saudi

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 11:46 WIB

Pemerintah Siapkan Dana Kredit Khusus untuk TKI

Pemerintah Siapkan Dana Kredit Khusus untuk TKI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2015 | 19:10 WIB

Malaysia 'Usir' 102 WNI ke Kaltara

Malaysia 'Usir' 102 WNI ke Kaltara

News | Sabtu, 20 Juni 2015 | 02:30 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×