Ormas Sayap Muhammadiyah Tak Senang Buwas Kritik Syafii Maarif

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 Juli 2015 | 17:20 WIB
Ormas Sayap Muhammadiyah Tak Senang Buwas Kritik Syafii Maarif
Presiden Joko Widodo bertemu Buya Syafii Maarif di Yogyakarta. (Antara)

Suara.com - Organisasi sayap Muhammadiyah, Nasiatul Aisyiyah menanggapi komentar Kabareskrim Polri, Budi Waseso yang menyebut Syafii Maarif tidak mengerti soal penegakan hukum. Nasiatul Aisyiyah mengatasnamakan warga Muhammdiyah di Yogyakarta.

Ketua PP Nasiatul Aisyiyah, Norma Sari menjelaskan warga Muhammdiyah di Yogyakarta tersinggung atas pernyataan Buwas itu. Pernyataan Buwas dianggap melecehkan mantan Ketua PP Muhammadiyah itu. Bahkan dinilai cenderung arogan dan tidak menghargai masukan dari luar.

Hal itu dikatakannya dalam konfrensi pers di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah DIY, Rabu (15/7/2015). Norma mengatakan Buwas sudah gagal paham dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Bagi saya, Budi Waseso itu sudah gagal paham. Dia bahkan sudah tidak bisa menangkap sinyal dari apa yang disampaikan oleh Buya (Syafii Maarif), bahwa penegak hukum itu kan seharusnya berada digaris depan pemberantasan korupsi, bukan malah mengkriminalisasi pemberantas korupsi seperti sekarang ini," kata Norma.

Sebelumnya, Syafii Maarif mengkritisi Bareskrim Polri yang menetapkan dua pimpinan Komisi Yudisial sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik. Lalu Buwas pun menanggapi pernyataan itu. Kata dia, Ketua Tim 9 itu tidak punya kapasitas mengomentari penetapan tersangka itu. Buwas meminta Syafii Maarif tidak mencampuri urusan penegakan hukum jika tidak mengerti penegakan hukum.

Norma menuding aksi Bareskrim Polri sebagai upaya pemebahan KY. "Lagi-lagi pelakunya adalah Polri," kata Norma.

Penyesalan atas pernyataan Buwas itu juga diutarakan tokoh muda Muhammdiyah, Zuly Qodir. Kata dia aksi Buwas itu makin merusak citra polisi di masyarakat.

"Kita sama-sama tahu permasalahannya itu hanya beberapa orang saja. Hanya sebagian kecil orang ditubuh polri yang bermasalah. Saat calon kapolri ditetap sebagai tersangka oleh KPK beberapa saat lalu. Kemudian berlanjut KPK dikriminalisasi. Permulaannya kan di sana. Kalau semua orang nanti dikriminalisasi, lalu siapa orang yang mau memberantas korupsi," kata Zuly Qodir.

Sementara perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Yogyakarta, Tri Wahyu meminta Presiden Joko Widodo melakukan intervensi untuk mencopot Budi Waseso sebagai Kabareskrim Polri. Alasannya Buwas menghambat pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Kami menyerukan kepada Presiden untuk segera mencopot Budi Waseso dari jabatannya sebagai Kabareskrim Polri," kata Tri Wahyu. (Wita Ayodhyaputri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Seberapa Besar Potensi Konflik dalam Pilkada Serentak?

Seberapa Besar Potensi Konflik dalam Pilkada Serentak?

News | Senin, 06 Juli 2015 | 01:55 WIB

Buku Ini Merekam Riwayat Intelektual Seorang Syafii Maarif

Buku Ini Merekam Riwayat Intelektual Seorang Syafii Maarif

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2015 | 06:31 WIB

Budi Waseso Takut Salah Isi Laporan Harta Kekayaan

Budi Waseso Takut Salah Isi Laporan Harta Kekayaan

News | Senin, 29 Juni 2015 | 15:26 WIB

Jokowi Berikan Anugerah Bintang Bhayangkara kepada Kapolri

Jokowi Berikan Anugerah Bintang Bhayangkara kepada Kapolri

News | Senin, 29 Juni 2015 | 11:28 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×