Dikepung Massa, KPUD Mabar Terpaksa Daftarkan Calon Ganjil

Liberty Jemadu, Bagus Santosa

Rabu, 29 Juli 2015 | 03:32 WIB
Dikepung Massa, KPUD Mabar Terpaksa Daftarkan Calon Ganjil
Ketua KPU, Husni Kamil Manik (Suara.com/Oke Atmaja).

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Manggarai Barat (Mabar) untuk sementara terpaksa menerima pendaftaran satu pasangan calon bupati dan wakil bupati yang ganjil, setelah kantor KPUD dikepung oleh massa pendukung pasangan tersebut pada Selasa (28/7/2015).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Suara.com, KPUD Mabar terpaksa menerima pendaftaran pasangan Fidelis Pranda dan Benyamin Padju setelah kantor KPUD dikepung oleh pendukung pasangan itu.

Pranda-Padju saat mendaftar membawa surat keputusan (SK) dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Yang bikin ganjil, kedua partai itu sebelumnya sudah menyatakan dukungan kepada dua kandidat lainnya di Kabupaten Mabar.

PKPI sebelumnya sudah mengeluarkan SK dukungan untuk pasangan Agustinus Ch Dula dan Maria Geong. Sementara di hari yang sama, pasangan Tobias Wanus dan Frans Sukmaniara juga mendaftar dengan membawa SK dari PKB.

Alhasil pendaftaran Pranda-Padju sempat ditolak oleh KPUD Mabar, tetapi karena desakkan massa pendukung yang kemudian beraksi anarkis dan memicu kericuhan, KPUD untuk sementara menerima pendaftaran Pranda dan Padju.

Peristiwa ini diakui oleh Ketua KPU pusat, Husni Kamil Manik, dalam konfrensi persnya di Kantor KPU, Rabu (29/7/2015) dini hari.

"Kami dapat informasi yang sedikit berbeda dngn kondisi daerah lain, adalah Labuan Bajo, Manggarai Barat, di mana sampai dini hari waktu setempat, kondisi daerah tersebut, di selingkaraan Kantor KPU masih terjadi keramaian," cerita Husni.

"Ada keinginan dari pasangan calon tertentu untuk dapat diterima oleh KPU. Karena kondisi yang mendesak dan waktu yang telah sangat tidak memungkinkan bagi Kabupaten Manggarai Barat, maka pendaftaran diterima oleh KPU setempat," sambung Husni.

Hasil penerimaan ini, sambung Husni, akan dikonsultasikan dengan KPU Pusat untuk tindaklanjutnya.

Komisioner KPU Sigit Pamungkas mengatakan, alasan pendaftaran ini diterima adalah faktor keamanan. Sebab, saat ini Komisioner KPUD setempat mendapatkan tekanan yang luar biasa.

"Mereka mendapatkan ancaman dan warga juga sempat melakukan kerusakan," kata Sigit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaya-gayaan Calon Kepala Daerah Cuma Buat Cari Dukungan

Gaya-gayaan Calon Kepala Daerah Cuma Buat Cari Dukungan

News | Selasa, 28 Juli 2015 | 18:04 WIB

Hari Terakhir, KPU Tunggu Pendaftaran Peserta Pilkada

Hari Terakhir, KPU Tunggu Pendaftaran Peserta Pilkada

News | Selasa, 28 Juli 2015 | 12:35 WIB

Terkini

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern

Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:08 WIB

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

×