Polda Tahan Partogi Pasaribu Setelah Hasil Pemeriksaan Lengkap

Siswanto, Bagus Santosa

Jum'at, 31 Juli 2015 | 12:23 WIB
Polda Tahan Partogi Pasaribu Setelah Hasil Pemeriksaan Lengkap
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/3). (Antara)

Suara.com - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap terlebih dahulu sebelum memutuskan menahan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (nonaktif) di Kementerian Perdagangan Partogi Pasaribu, Jumat (31/7/2015).

Partogi merupakan satu dari empat tersangka kasus dugaan suap proses dwelling time (waktu sandar kapal) peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2015).

"Kami sudah periksa Pak Dirjen. Kami tentukan langkah selanjutnya ditahan atau tidak," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta.

Ketiga tersangka lainnya yaitu pekerja harian lepas pada Kementerian Perdagangan berinisial N, pekerja perusahaan importir berinisial MU, dan Kepala Sub Direktorat pada Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri berinisial I.

Dalam perkara ini, Partogi diduga menerima uang suap. Indikasinya, polisi menemukan uang 40 ribu dolar AS di meja staf Partogi saat menggeledah kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (28/7/2015). Staf mengaku uang tersebut bukan miliknya, melainkan milik Partogi.

"Kami terima barang bukti yang ada di situ, dan menurut keterangan saksi itulah uang milik Partogi," kata Tito.

Partogi juga dijerat pasal pencucian uang. Namun, Tito menerangkan penyidik masih fokus pada dugaan suap terlebih dahulu.

"Kita matangkan dulu yang ini, masalah dugaan pidana korupsinya," katanya.

Lebih lanjut Tito mengatakan tidak akan berhenti pada keempat tersangka. Penyidik, katanya, akan menyelidiki 18 instansi terkait proses sistem satu atap dwelling time peti kemas.

"Kita tetapkan dulu ini (tersangka) sambil diselidiki instansi lain," kata dia.

Dalam proses dwelling time, Tito menerangkan ada tiga tahapan. Pre clearance, yaitu terkait perizinan, clearance terkait beacukai, dan post clearance terkait importir.

"Kita baru tahap pre clearance karena penting kontribusi lamanya dwelling. Tahap pre clearance inilah yang paling krusial untuk perdagangan" ujar Tito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Telusuri Kekayaan Partogi Pangaribuan

Polisi Telusuri Kekayaan Partogi Pangaribuan

News | Jum'at, 31 Juli 2015 | 10:08 WIB

Terkini

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

Jangan Sembarangan, Ban Mobil Listrik Ternyata Perlu Perhatian Khusus

Jangan Sembarangan, Ban Mobil Listrik Ternyata Perlu Perhatian Khusus

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 12:28 WIB

Dari Tenun hingga Songket, Pertamina Siap Hadirkan Produk Unggulan UMK di Kriyanusa 2026

Dari Tenun hingga Songket, Pertamina Siap Hadirkan Produk Unggulan UMK di Kriyanusa 2026

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 12:21 WIB

Apakah Benar Akan Ada Pemadaman Internet Selama 3 Hari? Ini Penjelasan Komdigi

Apakah Benar Akan Ada Pemadaman Internet Selama 3 Hari? Ini Penjelasan Komdigi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:16 WIB

3 Rekomendasi Moisturizer Fungal Acne Safe Lokal, Bebas Minyak dan Redakan Gatal

3 Rekomendasi Moisturizer Fungal Acne Safe Lokal, Bebas Minyak dan Redakan Gatal

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:12 WIB

Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?

Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:09 WIB

Mata Kiri Kedutan Terus? Ini Arti Menurut Primbon Jawa dan Penjelasan Medis

Mata Kiri Kedutan Terus? Ini Arti Menurut Primbon Jawa dan Penjelasan Medis

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:07 WIB

×