Menteri Agama Jelaskan Pro Kontra Islam Nusantara

Siswanto, Erick Tanjung

Minggu, 02 Agustus 2015 | 19:11 WIB
Menteri Agama Jelaskan Pro Kontra Islam Nusantara
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa diperlukan kerendahatian dalam menjelaskan Islam Nusantara. Dengan demikian, Islam Nusantara akan lebih mudah dipahami masyarakat tanpa memunculkan distorsi dan penyimpangan.

“Saya ingin menekankan bahwa kerendahatian sangat diperlukam dalam menyampaikan apa itu Islam Nusantara,” demikian penegasan Lukman saat menjadi Keynote Speaker pada Seminar Nasional Islam Nusantara: Mengarusutamakan Konsep dan Gerakan Islam Nusantara di Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, dikutip dari situs resmi Kementerian Agama, Minggu (2/8/2015).

Menurut Lukman, Islam Nusantara dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah satu diskursus yang menyita perhatian masyarakat seiring dengan adanya pro dan kontra.

Lukman menilai problem utama pro-kontra ini adalah terkait bagaimana masyarakat bisa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang Islam Nusantara? Dalam amatan Lukman, saat ini masih terjadi distorsi di masyarakat soal itu sehingga muncul anggapan yang lalu menjadi penafsiran bahwa Islam Nusantara adalah sesuatu yang baru dan sama sekali tidak dikenal dalam hazanah pemikiran keislaman. “Ini adalah distorsi yang luar biasa,” katanya.

Diskursus tentang ini mengingatkan Lukman pada masa menjelang Munas Alim Ulama tahun 1983 yang juga menjelang Muktamar NU 1984 di Situbondo. Dikatakan Menag bahwa salah satu yang dihasilkan saat itu oleh para alim ulama adalah bagaimana NU menerima Pancasila.

Meski tidak terlalu pas, lanjut Lukman, analogi penerimaan terhadap Pancasila bisa dipersamakan dengan diskursus Islam Nusantara. Akan hal ini, Menag mengidentifikasi sedikitnya ada dua persoalan, pertama, bagaimana meminimalisir atau bahkan menghilangkan kesalahpahaman itu. “Di sinilah tantangannya bagi kita semua, khususnya mereka yang memang dengan fasih bisa menjelaskan apa itu Islam Nusantara kepada publik,” katanya.

“Ini persis ketika dulu Pancasila melalui prakarsa NU dinilai sebagai sesuatu yang final karena sudah menyata pada jati diri kemanusiaan warga Indonesia,” imbuhnya.

Ditambahkan Lukman, almarhum Ahmad Sidik pernah mengatakan merasa heran jika Pancasila yang sudah dikunyah dikunyah oleh warga NU, tiba-tiba kemudian masih ada sebagian warga NU yang mempersoalkan, apakah halal atau haram, padahal sudah begitu lama digeluti.

“Ketika bicara Islam Nusantara, saya merasa ada kesamaan tentang hal itu. Islam Nusantara adalah nilai-nilai Islam yang diimplementasikan di bumi nusantara. Itu sudah sangat lama dipraktikkan oleh para pendahulu kita,” katanya.

“Istilah ini kemudian muncul lagi sehingga sebagian kita mempersoalkan apa itu Islam Nusantara, padahal sudah kita geluti, lakukan, dan praktikkan,” tambahnya.

Persoalan berikutnya adalah bagaimana menjelaskan Islam Nusantara dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak menimbulkan apriori. Lukman mengaku kadang merasakan adanya rasa keangkuhan sebagian pihak dalam memberikan penjelasan Islam Nusantara. Karena kelewat percaya diri, dalam menjelaskan seseorang terkadang masih diselimuti rasa keangkuhan sehingga terkesan menegasikan praktik-praktik nilai Islam yang tidak sama dengan Islam Nusantara.

“Inilah yang menurut saya perlu kita perbaiki; bagaimana cara kita menyampaikan hakikat Islam Nusantara ini dengan kerendahatian, jiwa besar, kesantunan, dan dengan akhlakul karimah yang memang menjadi salah satu ciri utama Islam Nusantara,” tuturnya.

Penjelasan yang diberikan, lanjut Menag, tidak untuk meninggikan diri dan pada saat yang sama merendahkan pihak lain. “Ini yang terkadang tidak kita sadari dalam perilaku kita,” katanya.

“Cara seperti ini penting agar tampilan kita bisa lebih simpatik dan sesuai dengan pesan yang akan disampaikan. Salah satu ciri Islam Nusantara adalah bagaimana santun dalam menyebarkan ajaran agama yang pada akhirnya untuk memanusiakan manusia itu sendiri,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua Umum PBNU: Islam Nusantara Bukan Ajaran Baru

Ketua Umum PBNU: Islam Nusantara Bukan Ajaran Baru

News | Rabu, 29 Juli 2015 | 22:36 WIB

NU: Islam Buka Ruang untuk Tradisi Lokal

NU: Islam Buka Ruang untuk Tradisi Lokal

Ramadan | Jum'at, 03 Juli 2015 | 08:19 WIB

Terkini

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Entertainment | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:59 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Video | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:50 WIB

×