Warga Berebut Gali Sawah Cari Mani Gajah Bernilai Puluhan Juta

Siswanto Suara.Com
Kamis, 06 Agustus 2015 | 07:13 WIB
Warga Berebut Gali Sawah Cari Mani Gajah Bernilai Puluhan Juta
Warga Dusun Bonagung, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mencari batu mani gajah, Rabu (5/8/2015) [suara.com/Labib Zamani]

Suara.com - Warga Dusun Bonagung, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, digemparkan dengan penemuan batu jenis mani gajah di lahan persawahan. Konon, batu tersebut jika dijual harganya mencapai puluhan juta rupiah.

Pantauan Suara.com, lahan persawahan seluas satu hektar tersebut dipadati oleh warga Dusun Bonagung. Mereka mendatangi lahan yang lokasinya di tengah hutan itu untuk berburu batu mani gajah.

Ada yang datang sendirian, ada juga yang rombongan satu keluarga. Pencarian batu tidak hanya dilakukan orang laki-laki. Ibu-ibu dan anak-anak juga ikut terlibat.

Mereka membawa peralatan seperti cangkul, linggis dan besi berukuran kecil untuk mendeteksi keberadaan batu di dalam tanah. Setelah besi tersebut menyentuh benda keras yang dipastikan batu, kemudian menggalinya dengan menggunakan linggis dan cangkul.

Selain membawa peralatan, warga juga membawa bekal makanan, seperti nasi, minuman untuk dimakan sewaktu istirahat.

Bahkan, demi mendapatkan sembongkah batu mani gajah, warga rela mengesampingkan pekerjaan pokok sehari-hari. Untuk mendapatkan batu, warga menggali tanah sedalam sekitar dua meter.

Seperti Sumardi (42). Dia hampir dua pekan tak berjualan bakso.

“Sudah banyak batu yang saya dapatkan. Sebagian saya jual dan ada yang dibuat untuk batu akik,” kata Sumardi di lokasi penggalian, Rabu (5/8/2015).

Menuru Sumardi batu yang berhasil didapatkan tersebut ukurannya bermacam-macam. Ada yang kecil, sedang, dan besar. Harganya, kata Sumardi, juga bervariasi.

“Belum lama saya sudah menjual lima batu seharga Rp1,5 juta. Uangnya hasil jual batu itu saya gunakan untuk keperluan sehari-hari di rumah. Jadi lumayanlah hasilnya,” imbuh dia.

Warga lain, Armuji (45), mengatakan batu mani gajah merupakan peninggalan zaman purbakala. Pada tahun 1997 pernah ada warga yang menemukan batu mani gajah di lahan tersebut. Karena tidak tahu kegunaan dan manfaatkan batu tersebut warga tak menghiraukan.

“Belum lama ini warga mendatangi sawah milik Pak Cokro Suwarno untuk mencari batu. Ternyata batu itu benar ada. Batu ini seperti pada umumnya, namun isinya ada di dalam. Jadi harus diolah terlebih dahulu,” papar warga RT 023, RW 006 Kecamatan Tanon.

Sejak pagi warga mendatangi lahan persawahan tersebut. Ini mereka lakukan agar batu mani gajah yang dihasilkannya lebih banyak.

“Silakan yang mau mencari batu mani gajah. Saya tidak menuntut apa-apa, hanya saya berpesan supaya diratakan kembali. Batu yang tidak dipakai atau bukan yang dicari dikubur kembali ke dalam tanah,” kata pemilik tanah, Cokro Suwarno.

Sementara Kepala Desa Bonagung, Suwarno, mengatakan keberadaan batu tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Namun dari sekian lahan persawahan milik warga setempat, hanya milik Cokro Suwarno yang paling banyak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Sejarah Otomotif: Siapa Penemu Mobil Pertama di Dunia?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI