- Gubernur DKI Jakarta memastikan penataan kabel semrawut akan ditindaklanjuti serius setelah peraturan terkait ditandatangani.
- Desakan penertiban datang dari DPRD DKI menyusul adanya korban jiwa akibat lilitan kabel menjuntai di jalanan Jakarta.
- Penataan kabel menjadi prioritas demi meningkatkan estetika kota dan keselamatan publik, termasuk menuju standar kota global.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan penataan kabel semrawut di wilayah ibu kota akan segera ditindaklanjuti secara serius.
Hal tersebut disampaikan Pramono di sela kunjungan ke kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/3/2026).
"Yang seperti itu sekarang kami koordinasikan. Memang sebentar lagi Jakarta juga akan mulai melakukan pembenahan kabel-kabel yang ada. Perdanya sudah kami tanda tangani, dan itu segera ditindaklanjuti," tegas sang politisi senior.
Sebelumnya, Ketua Bapemperda DPRD DKI Abdul Aziz melayangkan desakan agar gubernur segera menertibkan jaringan utilitas yang ada di Jakarta.
Langkah ini dianggap krusial, mengingat keselamatan publik kini menjadi pertaruhan utama di jalanan Jakarta.
Persoalan kabel serat optik yang menjuntai tak beraturan, terutama milik provider internet, tercatat telah memakan korban jiwa akibat terjerat di leher.
"Sudah ada korbannya, yang terjerat lehernya karena kabel menjuntai. Akhirnya sampai meninggal dunia gitu kan," beber Aziz.
Aziz turut menekankan bahwa risiko kecelakaan fatal tersebut diprediksi akan semakin meningkat selama musim hujan berlangsung.
Selain faktor keselamatan, masalah ketidakjelasan kepemilikan kabel yang sudah tidak terpakai juga menjadi poin yang disoroti oleh pihak legislatif.
Baca Juga: Doa Bersama dan Petisi Solidaritas untuk Iran Digelar di Jakarta
Banyak kabel usang dibiarkan berserakan begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban dari perusahaan penyedia jasa terkait.
Penataan kabel ke bawah tanah atau sistem underground dianggap sebagai langkah mutlak agar estetika Jakarta sejajar dengan standar kota global.
Prioritas utama dari pembenahan adalah membersihkan kabel-kabel yang menjuntai di seluruh jalan Jakarta, khususnya di area jalan protokol.
"Kalau kita ingin menjadi kota global, ya kita harus menunjukkan secara estetika bahwa kita siap untuk menjadi kota global, yang tidak ada kabel di atas begitu ya. Kabel semua di bawah sehingga semuanya terlihat lebih indah nantinya," kata Aziz.
Kondisi kabel yang semrawut ini memang sudah lama menjadi keluhan kronis warga karena merusak pemandangan sekaligus mengancam keselamatan jiwa.