KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar

Bangun Santoso

Kamis, 05 Maret 2026 | 19:21 WIB
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. ANTARA/Kutnadi
baca 10 detik
  • KPK mendalami korupsi Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (FAR) yang melibatkan PT Raja Nusantara Berjaya (RNB).
  • Direktur PT RNB, Rul Bayatun (RUL), ternyata merupakan asisten rumah tangga FAR yang diduga hanya menjalankan instruksi.
  • FAR ditetapkan tersangka tunggal pada 4 Maret 2026 atas dugaan korupsi pengadaan yang merugikan negara Rp13,7 miliar.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami skandal dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq (FAR).

Dalam perkembangan terbaru, lembaga antirasuah tersebut mengungkap fakta mengejutkan mengenai struktur kepengurusan PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), perusahaan yang memenangkan berbagai proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Direktur PT Raja Nusantara Berjaya yang diketahui bernama Rul Bayatun (RUL), ternyata bukan merupakan sosok pengusaha profesional.

KPK mengungkapkan bahwa Rul Bayatun sebenarnya adalah asisten rumah tangga (ART) dari Fadia Arafiq sendiri. Temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik lancung dalam pengelolaan perusahaan keluarga untuk mengeruk keuntungan dari dana negara.

“Info terakhir yang kami dapat itu, dia (Rul Bayatun) menyebutnya ART. ART-nya FAR,” ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (5/3/2026).

Penunjukan seorang ART sebagai pimpinan tertinggi di sebuah perusahaan pemenang tender pemerintah memicu kecurigaan besar terkait transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Pekalongan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, KPK menduga posisi Rul Bayatun di PT RNB hanyalah strategi untuk menyamarkan pemilik asli dan pengendali perusahaan tersebut.

Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa peran Rul Bayatun sebagai direksi diduga kuat hanya bersifat administratif dan formalitas untuk memenuhi syarat legalitas perusahaan. Dalam operasionalnya, Rul Bayatun disinyalir hanya menjalankan instruksi langsung dari Fadia Arafiq, terutama yang berkaitan dengan arus keluar masuk keuangan perusahaan.

“Jadi, RUL cuma diminta, diperintah FAR. Misalnya butuh uang sekian, tarik tunai, ya, dia tarik dan uangnya diserahkan,” katanya.

Skandal ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 3 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, tim penyidik menangkap Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Penangkapan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi senyap yang dilakukan KPK di tengah bulan suci Ramadhan.

baca juga

Tak berhenti di Semarang, KPK kemudian melakukan pengembangan dan menangkap 11 orang lainnya di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Operasi ini tercatat sebagai OTT ketujuh yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026, yang menunjukkan intensitas tinggi lembaga tersebut dalam menindak praktik korupsi di tingkat daerah.

Pasca pemeriksaan intensif, pada 4 Maret 2026, KPK resmi menetapkan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal. Ia dijerat atas kasus dugaan korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing atau tenaga alih daya, serta sejumlah pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk tahun anggaran 2023 hingga 2026.

Modus operandi yang dijalankan diduga melibatkan konflik kepentingan yang sangat kental. Fadia Arafiq diduga menggunakan pengaruh dan kewenangannya sebagai bupati untuk memastikan PT Raja Nusantara Berjaya, yang merupakan perusahaan milik keluarganya, memenangkan sejumlah kontrak pengadaan jasa di lingkungan pemerintah daerah yang ia pimpin.

KPK menemukan bahwa dari berbagai kontrak pengadaan tersebut, Fadia Arafiq beserta keluarganya diduga menerima aliran dana mencapai Rp13,7 miliar. Angka fantastis ini menjadi sorotan tajam karena berasal dari proyek-proyek yang seharusnya dikelola secara profesional dan kompetitif, namun justru jatuh ke tangan perusahaan yang direkturnya adalah seorang asisten rumah tangga.

Kasus ini menjadi pengingat bagi publik, terutama generasi muda di kota-kota besar yang peduli pada isu integritas, mengenai risiko besar dari praktik dinasti politik dan penguasaan bisnis oleh keluarga pejabat publik. Penggunaan nama orang lain atau nominee dalam struktur perusahaan seringkali menjadi celah yang digunakan untuk menghindari deteksi aparat penegak hukum dalam kasus-kasus konflik kepentingan dan tindak pidana pencucian uang.

KPK saat ini masih terus menelusuri aset-aset lain yang berkaitan dengan kasus ini serta mendalami apakah ada pihak lain yang turut menikmati aliran dana haram tersebut. Fokus penyidikan kini mengarah pada bagaimana PT Raja Nusantara Berjaya bisa lolos dalam proses verifikasi lelang meskipun memiliki struktur kepengurusan yang dinilai janggal oleh penyidik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Dibeli dari Hasil Korupsi, 5 Mobil Operasional Tersangka Kasus Bea Cukai Disita KPK

Diduga Dibeli dari Hasil Korupsi, 5 Mobil Operasional Tersangka Kasus Bea Cukai Disita KPK

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:03 WIB

Ada Upaya Hambat Penyidikan Kasus Bupati Sudewo, KPK Buru Sosok Mastermind

Ada Upaya Hambat Penyidikan Kasus Bupati Sudewo, KPK Buru Sosok Mastermind

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 18:57 WIB

Momen Kebersamaan Fairuz A Rafiq dengan Fadia, Sang Kakak yang Ditangkap KPK

Momen Kebersamaan Fairuz A Rafiq dengan Fadia, Sang Kakak yang Ditangkap KPK

Entertainment | Kamis, 05 Maret 2026 | 17:14 WIB

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ngaku Tak Paham Birokrasi, Begini Respons Golkar

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ngaku Tak Paham Birokrasi, Begini Respons Golkar

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:42 WIB

Fadia Arafiq Lulusan Apa? Bupati Pekalongan Terjerat Korupsi, Ngaku Tak Paham Birokrasi

Fadia Arafiq Lulusan Apa? Bupati Pekalongan Terjerat Korupsi, Ngaku Tak Paham Birokrasi

Lifestyle | Kamis, 05 Maret 2026 | 15:46 WIB

Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka

Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 15:36 WIB

Tak Paham Birokrasi Gegara Berlatar Penyanyi, Begini Gaya Mewah Fadia Arafiq Sebelum Kena OTT

Tak Paham Birokrasi Gegara Berlatar Penyanyi, Begini Gaya Mewah Fadia Arafiq Sebelum Kena OTT

Lifestyle | Kamis, 05 Maret 2026 | 15:24 WIB

Terkini

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308

Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis

Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:53 WIB

×