Target Listrik 35.000 MW Butuh Diversifikasi Pembangkit

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Kamis, 20 Agustus 2015 | 03:20 WIB
Target Listrik 35.000 MW Butuh Diversifikasi Pembangkit
Ilustrasi pembangkit listrik Geothermal. (Shutterstock)

Suara.com - Ahli pembangkit listrik dari Toshiba Corporation, Fumio Otani, mengatakan perlu diversifikasi pembangkit untuk mencapai target pembangunan pembangkit 35.000 Mega Watt (MW) hingga 2019.

"Perlu diversifikasi pembangkit listrik untuk mencapai program tersebut. Tidak hanya pembangkit listrik tenaga uap, tetapi juga perlu pembangkit listrik lainnya seperti air, panas bumi dan sebagainya," ujar Otani dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, sehingga kebutuhan energi juga mengalami peningkatan yang pesat.

"Indonesia mempunyai batu bara yang bagus, ke depan yang diperlukan adalah pembangkit listrik tenaga uap yang ramah lingkungan dan efesiennya tinggi." Potensi lainnya, yakni panas bumi. Indonesia memiliki potensi panas bumi yang mencapai 27.000 MW. Sayangnya, yang baru dikembangkan baru sekitar empat persen.

"Potensi panas bumi Indonesia merupakan peringkat dua dunia," jelas dia.

Potensi energi panas bumi di Indonesia mencakup 40 persen potensi panas bumi dunia, tersebar di 251 lokasi pada 26 provinsi di Tanah Air.

Panas bumi merupakan sumber energi panas yang terkandung di dalam bumi. Panas bumi merupakan energi ramah lingkungan karena tidak memberikan kontribusi gas rumah kaca. Pemanfaatan panas bumi akan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sehingga dapat menghemat cadangan minyak bumi.

"Toshiba memiliki pangsa nomor satu di dunia untuk panas bumi. Kami telah memberikan kontribusi untuk Indonesia melalui proyek pembangkit listrik panas bumi di Patuha dan Sarulla." Toshiba telah menyelesaikan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Patuha, Bandung. Pihaknya juga memasok turbin uap panas bumi dan generator ke salah satu pembangkit listrik panas bumi terbesar di dunia yakni, pembangkit listrik panas bumi Sarulla di Sumatera Utara.

Toshiba telah memasok sebanyak 33 unit turbin hidrolik dan 12 unit turbin uap di seluruh Indonesia yang kapasitas gabungan mendekati hampir 6.000 MW.

Pemerintah menetapkan 109 proyek yang masuk dalam program pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW selama periode 2015 hingga 2019.

Proyek pembangunan pembangkit listrik itu ada 74 proyek pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 25.904 MW yang dikerjakan dengan skema pengembang listrik swasta dan 35 proyek lainnya berdaya 10.681 MW dikerjakan PLN.

Proyek pembangunan pembangkit listrik dilakukan di Jawa-Bali (18.697 MW), Sumatera (10.090 MW), Sulawesi (3.470 MW), Kalimantan (2.635 MW), Nusa Tenggara (670 MW), Maluku (272 MW), dan Papua (220 MW). [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembelaan Jokowi Proyek Listrik 35 Ribu MW Disebut Ambisius

Pembelaan Jokowi Proyek Listrik 35 Ribu MW Disebut Ambisius

News | Rabu, 19 Agustus 2015 | 12:16 WIB

Subsidi Listrik Akan Dikurangi

Subsidi Listrik Akan Dikurangi

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 06:29 WIB

Ini Bahaya Polusi Udara dari PLTU Batubara

Ini Bahaya Polusi Udara dari PLTU Batubara

Health | Kamis, 13 Agustus 2015 | 15:46 WIB

Infrastruktur Buruk, Penghalang 47 Pulau Terpencil Dapat Listrik

Infrastruktur Buruk, Penghalang 47 Pulau Terpencil Dapat Listrik

News | Minggu, 09 Agustus 2015 | 18:35 WIB

Terkini

Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang

Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:39 WIB

Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal

Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:28 WIB

BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026

BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:16 WIB

Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil

Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:15 WIB

Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya

Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:03 WIB

Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:02 WIB

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:59 WIB

KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun

KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:54 WIB

Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat

Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:37 WIB

Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran

Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:33 WIB