Kekalahan Kaligis di PN Jaksel Tak Pengaruhi Proses di Bareskrim

Selasa, 25 Agustus 2015 | 15:18 WIB
Kekalahan Kaligis di PN Jaksel Tak Pengaruhi Proses di Bareskrim
Pengacara O. C. Kaligis jadi tersangka dan ditahan KPK dalam kasus dugaan suap terhadap hakim dan panitera PTUN Medan, Sumatera Utara [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kepala Bareskrim Komjen Budi Waseso menyatakan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menggugurkan gugatan praperadilan Otto Cornelis Kaligis atas status tersangka yang ditetapkan KPK tak mempengaruhi proses hukum di Bareskrim. Bareskrim akan tetap memproses laporan Kaligis terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan penculikan oleh penyidik KPK saat menangkap Kaligis di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

"Masih proses, soalnya yang dilaporkan dugaan penculikan, penyalahgunaan kewenangan. Kami masih dalam tahap evaluasi," kata Budi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2015).

Budi menambahkan dalam waktu dekat penyidik akan memeriksa Kaligis sebagai saksi pelapor. Penyidik, katanya, telah mengirimkan surat permohonan izin kepada KPK dan pengadilan untuk bisa memeriksa Kaligis.

"Surat sudah dikirim, namun belum ada jawaban," ujarnya.

Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Edi Suprapto pada Senin (24/8/2015) menggugurkan permohonan praperadilan yang diajukan Kaligis karena pokok perkara sudah dilimpahkan KPK ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dengan kata lain, status Kaligis sekarang bukan lagi tersangka, melainkan terdakwa. Sementara dalam sidang praperadilan, gugatan yang disampaikan adalah untuk membuktikan penetapan seseorang sebagai tersangka sudah sesuai prosedur atau tidak.

KPK menetapkan Kaligis menjadi tersangka pada tanggal 14 Juli 2014 dan langsung ditahan di Rutan Guntur. Kasus Kaligis berawal dari kasus penyalahgunaan dana bantuan sosial tersebut merupakan pengembangan beberapa tersangka sebelumnya. Selain Kaligis, KPK juga sudah menetapkan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri: Evy Susanti sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, Kaligis disangka sebagai pemberi suap dan dijerat dengan Pasal 6 ayat (1) huruf a dan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI