September, El Nino 'Mengganas'

Ardi Mandiri Suara.Com
Sabtu, 05 September 2015 | 05:47 WIB
September, El Nino 'Mengganas'
Kemarau mengakibatkan petani kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawahnya (Antara/Rudi Mulya)

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta menyatakan pengaruh El Nino pada musim kemarau tahun ini semakin menguat pada September 2015.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Teguh Prasetyo di Yogyakarta, Jumat (4/9/2015), mengatakan penguatan pengaruh El Nino ditunjukkan dengan naiknya indeks El Nino dari 2,2 pada Agustus 2015 menjadi 2,3 pada September 2015.

"Naiknya indeks meunjukkan pengaruh El Nino menuju kuat, meskipun tidak akan lama," kata Teguh.

Ia mengatakan, tingkat kekeringan pada kemarau tahun ini bukan hanya dipengaruhi oleh El Nino, melainkan juga dipengaruhi oleh gangguan cuaca jangka pendek berupa fenomena Dipole Mode positif yang mengakibatkan massa uap air dari perairan Indonesia tersedot menuju Afrika Timur.

"Fenomena ini menjadikan pembentukan curah hujan semakin kecil," kata dia.

Sementara itu, Ia mengatakan, indeks El Nino diperkirakan akan mulai mengalami penurunan kembali pada Oktober, meski masih memiliki pengaruh terhadap tingkat kekeringan kemarau tahun ini.

Adapun pembentukan awan hujan, kata dia, akan mulai terjadi pada November 2015, seiring dengan berakhirnya pengaruh El Nino serta fenomena Dipole Mode.

Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko mengatakan menghadapi kemarau panjang tahun ini, pihaknya telah mewanti-wanti petani padi untuk beralih menanam tanaman palawija, karena tidak banyak membutuhkan air.

"Kami sudah selalu mengingatkan petani untuk tidak menanam padi selama kemarau utamanya di Gunung Kidul," kata dia.

Tanaman palawija yang disarankan ditanam petani DIY, kata dia, antara lain seperti jagung, kedelai, serta kacang panjang.

"Namun bagi daerah yang masih memiliki pasokan air mencukupi silakan tetap menanam padi, kalau bisa dengan diselingi palawija," kata dia.

Kendati kemarau tahun ini lebih panjang, Sasongko meyakini produksi padi selama 2015 yang ditargetkan 924.000 ton akan tercapai. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI