Arab Saudi Klaim Tampung 2,5 Juta Warga Suriah

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Sabtu, 12 September 2015 | 17:24 WIB
Arab Saudi Klaim Tampung 2,5 Juta Warga Suriah
Sejumlah anak pengungsi Suriah tampak menikmati suasana di hari pertama Idul Fitri, di kamp pengungsi Al-Zaatari, Mafraq, Yordania, pada Jumat (17/7/2015). [Reuters/Muhammad Hamed]

Suara.com - Pemerintah Arab Saudi mengklaim sudah menampung sebanyak 2,5 juta warga Suriah. Suriah tengah dibombardir Saudi dengan alasan mencari militan kelompok radikal ISIS.

Sabtu (12/9/2015), Kementerian Luar Negeri Saudi melansir jika para pengungsi itu diperlakukan baik selayaknya warga negara. Mereka diberikan tempat tinggal dan diberikan jaminan keselamatan.

Seperti dilansir Al-Arabiya, Kemenlu Saudi mengatakan sikap Saudi selama ini mendukung warga Suriah untuk mendapatkan kelayakan dalam memperoleh hidup. Bahkan mereka tidak ingin mendapatkan perhatian dari media,

Berikut pernyataan lengkap Kemenlu Saudi dalam klaimnya mengurus 2,5 juta pengungsi Suriah:

1. Kerajaan telah menerima sekitar 2,5 juta warga Suriah sejak awal konflik. Penerimaan ini dalam rangka menjamin martabat dan keselamatan mereka. Kerajaan mengadopsi kebijakan yang tidak memperlakukan mereka sebagai pengungsi atau menempatkan mereka di kamp-kamp pengungsi.

Mereka telah diberi kebebasan untuk bergerak dan bergaul dengan warga Saudi. Ratusan orang telah diberikan status tinggal tetap. Mereka diberikan pelayanan medis gratis, diperbolehkan bekerja, dan bersekolah. Sebuah dekrit kerajaan di 2012 menginstruksikan sekolah-sekolah umum untuk menerima siswa Suriah. Sampai saat ini ada 100.000 siswa asal Suriah.

2. Upaya Kerajaan tidak terbatas pada menerima warga Suriah, penerimaan warga Suriah akan diperpanjang untuk mendukung dan merawat jutaan pengungsi Suriah di negara-negara tetangga seperti Yordania, Lebanon dan lain-lain. Termasuk menyediakan mereka bantuan kemanusiaan, berkoordinasi dengan pemerintah dan dengan organisasi-organisasi bantuan manusia internasional. Bantuan diberikan, dalam bentuk tunai dan makanan.

3. Nilai bantuan yang diberikan oleh Arab Saudi untuk rakyat Suriah total sekitar 700 juta dolar Amerika Serikat.

4. Bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada warga Suriah oleh Kerajaan terdiri dari makanan, medis, akademik, persediaan perumahan dan termasuk pembentukan klinik khusus Saudi di kamp-kamp pengungsi. Terutama pada Zaatari Camp di Yordania. Kerajaan mampu memberikan perawatan medis dalam bentuk imunisasi, pengobatan pencegahan dan prosedur medis. Selain itu, Arab Saudi mensponsori sejumlah besar keluarga Suriah yang tinggal di Lebanon dan Suriah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Arab Saudi Tawarkan Bangun 200 Masjid di Jerman Buat Pengungsi

Arab Saudi Tawarkan Bangun 200 Masjid di Jerman Buat Pengungsi

News | Jum'at, 11 September 2015 | 09:16 WIB

Militer Rusia Mulai Ikut Campur Perang Sipil di Suriah

Militer Rusia Mulai Ikut Campur Perang Sipil di Suriah

News | Kamis, 10 September 2015 | 09:54 WIB

Australia Akan Tampung 12 Ribu Pengungsi Suriah

Australia Akan Tampung 12 Ribu Pengungsi Suriah

News | Rabu, 09 September 2015 | 12:54 WIB

Hampir Sejuta Migran Timur Tengah Diprediksi Kembali ke Eropa

Hampir Sejuta Migran Timur Tengah Diprediksi Kembali ke Eropa

News | Rabu, 09 September 2015 | 11:41 WIB

Terkini

Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya

Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:39 WIB

Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!

Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:38 WIB

Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan

Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:33 WIB

Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:20 WIB

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan

Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:09 WIB

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:57 WIB

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:46 WIB

Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun

Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB