Menkopolhukam Bantah Penyandera WNI di Papua Nugini OPM

Laban Laisila, Nikolaus Tolen

Rabu, 16 September 2015 | 13:37 WIB
Menkopolhukam Bantah Penyandera WNI di Papua Nugini OPM
Menkopolhukam Luhut Panjaitan.[suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Kemananan (Menkopolhukam),Luhut Binsar Panjaitan membantah kalau pelaku penyandera dua WNI adalah kelompok gerakan Operasi Papua Merdeka (OPM).

Dia mengklaim kalau pelaku sudah lama menjadi incaran Kepolisiam Timika Papua yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Ini tidak bicara masalah OPM, tidak ada kaitan di situ. Laporan terakhir yang kita dapat mereka pernah menjadi DPO dari Timika," kata Luhut di Gedung Kemenko Polhukam di Jalan Medan Meeseka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2015).

Dia juga sekaligus membantah kalau dua orang yang disandera adalah agen intel pemerintah di Papua.

"Oh tidak betul sama sekali kalau itu, tapi saya ingin katakan adalah bahwa penyanderanya adalah kriminal bersenjata," katanya.

Selain itu, Luhut menegaskan kasus penyanderaan dua WNI tersebut tidak berkaitan dengan pihak ketiga dan campur tangan dari negara lain.

"Tuntutan mereka kita tidak tahu sampai hari ini. Tapi iti tidak ada kaitannya  OPM sama negara ke-3 ini, dan pemerintah PNG kita percayakan untuk mengurus ini. Karena komunikasi dengan pemerintah PNG dilakukan dengan sangat baik," tutup Luhut.

Seperti diberitakan, dua WNI yang disandera, yakni  Sudirman (28) dan Badar (20). Mereka bekerja sebagai penebang di perusahaan penebangan kayu di Skofro, distrik Keerom, Papua.

Keduanya disandera setelah terjadi insiden penembakan di Skouwtiau. Peristiwa ini juga memakan korban seorang warga negara Indonesia lainnya yang bernama Kuba. Hingga kini, Kuba masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemerintah menolak bernegosiasi dengan para penyandera yang dikabarkan meminta barter tahanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eksplorasi Ekologi dan Nasib Hiu di Papua Nugini dalam The Shark Caller

Eksplorasi Ekologi dan Nasib Hiu di Papua Nugini dalam The Shark Caller

Your Say | Selasa, 10 Februari 2026 | 09:20 WIB

Di KTT Ke-46, Prabowo Usul Papua Nugini Jadi Anggota ASEAN, Ini Alasannya

Di KTT Ke-46, Prabowo Usul Papua Nugini Jadi Anggota ASEAN, Ini Alasannya

News | Selasa, 27 Mei 2025 | 12:28 WIB

Gempa Magnitudo 6,8 Mengguncang Papua Nugini, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Gempa Magnitudo 6,8 Mengguncang Papua Nugini, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

News | Sabtu, 05 April 2025 | 09:17 WIB

CEK FAKTA: Mpox Sudah Menginfeksi 5 Persen Penduduk Papua Nugini

CEK FAKTA: Mpox Sudah Menginfeksi 5 Persen Penduduk Papua Nugini

News | Senin, 09 September 2024 | 17:24 WIB

Paus Fransiskus Soroti Kasus Takhayul Hingga Kekerasan di Papua Nugini

Paus Fransiskus Soroti Kasus Takhayul Hingga Kekerasan di Papua Nugini

News | Minggu, 08 September 2024 | 19:31 WIB

Diantar Menag Yaqut ke Bandara Soetta, Paus Fransiskus Tinggalkan Indonesia

Diantar Menag Yaqut ke Bandara Soetta, Paus Fransiskus Tinggalkan Indonesia

News | Jum'at, 06 September 2024 | 11:25 WIB

Papua Nugini Diguncang Gempa 6,2 Magnitudo, Jelang Kunjungan Paus Fransiskus

Papua Nugini Diguncang Gempa 6,2 Magnitudo, Jelang Kunjungan Paus Fransiskus

News | Kamis, 05 September 2024 | 16:43 WIB

Demi Paus Fransiskus, Ribuan Warga Papua Bakal Menyeberang ke Papua Nugini

Demi Paus Fransiskus, Ribuan Warga Papua Bakal Menyeberang ke Papua Nugini

News | Kamis, 05 September 2024 | 16:22 WIB

Prabowo Janji Kunjungi Papua Nugini usai Dilantik Presiden, Begini Alasannya!

Prabowo Janji Kunjungi Papua Nugini usai Dilantik Presiden, Begini Alasannya!

News | Senin, 15 Juli 2024 | 23:35 WIB

Gelar Pertemuan Di Istana Bogor, Jokowi Dan PM Papua Nugini Bahas Kerja Sama Bilateral Dan Kawasan Pasifik

Gelar Pertemuan Di Istana Bogor, Jokowi Dan PM Papua Nugini Bahas Kerja Sama Bilateral Dan Kawasan Pasifik

News | Senin, 15 Juli 2024 | 16:47 WIB

Terkini

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

×