Tersangka Pembunuh Angeline Dikeroyok Sesama Tahanan

Laban Laisila

Rabu, 16 September 2015 | 15:34 WIB
Tersangka Pembunuh Angeline Dikeroyok Sesama Tahanan
Aksi Seribu Lilin Untuk Angeline. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Tersangka pelaku pembunuh bocah Engeline Margriet Megawae (Angeline), Agus Tae Hamdani dipukuli tiga orang tahanan penghuni LP Kerobokan, Denpasar, Bali.

Agus dikeroyok oleh tiga orang narapidana, karena mereka kesal terhadap lelaki yang tega membunuh korban yang masih sekolah di kelas II SD.

Haposan Sihombing salah satu kuasa hukum Agus mengungkapkan, kejadian pemukulan terjadi saat Agus pertama kali masuk ke dalam  LP Kerobokan pada 7 September 2015 lalu.

"Persis kejadiannya setelah kasunya masuk tahap dua di Kejari.  Dia masuk ke LP Kerobokan katanya langsung dihajar disana,"ujarnya, di Denpasar, Rabu (16/9/2015).

Dia menjelaskan, sekitar 12.30 WITA Agus meninggalkan Kejari menuju lapas, sampai di lapas dilakukan proses administrasi dan  masuk  masa pengenalan di lingkungan lapas.

"Agus saat itu langsung dikeroyok tiga orang dan mengatakan kamu yang membunuh Angeline" setelah itu dia langsung dihajar," terangnya mengutip cerita Agus.

Dia menjelaskan a badan Agus yang kena pukul diantaranya ada mata dan dada.

“Perkelahian mereka itu selesai karena dilerai oleh teman-temanya dan dilaporkan kepada petugas,"ujarnya.

Saat ini kondisi Agus masih sakit, karena masih ada bekas-bekas tonjokan, bahkan matanya Agus masih bengkak. Atas kejadian tersebut Agus sudah dipindahkan ke sel blok G.

"Kami sudah bicara kepada orang Lapas untuk menjaga Agus supaya tidak ada perkelaian lagi. Kalau klien kami merasa tidak aman mungkin kita akan meminta perlindungan,"ujarnya.

"Setelah mereka berkelahi, para napi itu langsung minta maaf kepada Agus," tuturnya.

Agus juga menjelaskan kepada para napi yang ada di Lapas Kerobokan bahwa dia hanya membantu Margriet Christina Megawe (Margaret) untuk mengubur Angeline.

"Klien kami sudah menceritakan semua yang ada. Dan mereka malah simpatik atas kejadian itu terhadap Agus," sebutnya. (Luh Wayanti)

BERITA MENARIK LAINNYA:

Menyamar Sebagai Lelaki, Perempuan Ini Bercinta dengan Perempuan

Sadis, Usai Tonton Video ISIS, Gadis Ini Tikam Ibu Sampai Tewas

Benda Aneh Ditemukan Saat Pemugaran Candi Sukuh Lereng Lawu

Bali Geger, Desa Tempat Pernikahan Sejenis Dicari Aparat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Angeline Tak Juga Selesai, Kak Seto Merasa Dibohongi

Kasus Angeline Tak Juga Selesai, Kak Seto Merasa Dibohongi

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 20:34 WIB

Kak Seto Malu Ditanya Aktivis Asing Kasus Angeline Belum Tuntas

Kak Seto Malu Ditanya Aktivis Asing Kasus Angeline Belum Tuntas

News | Kamis, 27 Agustus 2015 | 05:48 WIB

Doa dan Dzikir Bareng di Jakarta Harapkan Pembunuh Angeline Ngaku

Doa dan Dzikir Bareng di Jakarta Harapkan Pembunuh Angeline Ngaku

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 19:11 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×