Jamaah Haji Indonesia Diimbau Waspada Naik Taksi di Mekkah

Ardi Mandiri

Minggu, 20 September 2015 | 06:23 WIB
Jamaah Haji Indonesia Diimbau Waspada Naik Taksi di Mekkah
Ilustrasi haji. [shutterstock]

Suara.com - Jamaah calon haji Indonesia diimbau agar waspada ketika menggunakan transportasi umum, khususnya taksi, di Mekkah, Arab Saudi, menyusul Bus Shalawat yang mulai 19 September berhenti operasi sementara sampai 28 September, setelah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).

"Tidak hanya soal tarif yang melonjak, jamaah harus waspada terhadap kriminalitas di sana," kata Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M, Letkol Jaetul Muchlis Basyir, di Mekkah, Arab Saudi, Sabtu.

Ia mengatakan setelah fasilitas bus setiap negara penyelenggara haji dilarang beredar oleh Pemerintah Arab Saudi, menjelang puncak haji di Arafah pada 23 September, angkutan umum menjadi andalan jamaah untuk tetap melaksanakan ibadah dari pemondokan ke Masjidil Haram.

"Tarif taksi misalnya yang biasanya hanya sekitar 20 riyal (sekitar Rp80 ribu), melonjak sampai 50 riyal (sekitar Rp200 ribu)," katanya.

Muchlis mengatakan transportasi umum di Mekkah cukup banyak, namun biasanya yang bisa langsung tiba dekat pemondokan adalah taksi, baik taksi resmi maupun taksi gelap.

"Di situ kadang menimbulkan kerawanan," ujarnya.

Oleh karena itu, ia membagi strategi saat menumpang taksi baik taksi resmi, omprengan, maupun taksi gelap.

Perempuan, kata dia, tidak disarankan pergi atau naik taksi sendiri, namun didampingi oleh muhrim laki-laki. Selain itu, kata dia, saat naik taksi, laki-laki harus masuk ke dalam taksi lebih dulu, baru kemudian perempuan, dan saat turun perempuan keluar dari kendaraan duluan baru laki-laki.

"Jangan terprovokasi tindakan sopir taksi yang berbau kriminal, seperti kendaraan tiba-tiba mogok dan penumpang laki-laki diminta mendorong mobil tersebut," Muchlis.

Ia khawatir dan berdasarkan pengalaman menjadi petugas pelindung jamaah, hal itu menjadi potensi kejahatan dengan membawa kabur penumpang perempuan.

Mulai hari ini (Sabtu) setelah Zuhur, Bus Shalawat yang biasa mengantar jamaah Indonesia dari pemondokan ke Masjidil Haram berhenti operasi sementara sampai tanggal 28 September. Kondisi itulah yang biasanya menyebabkan taksi menjadi andalan jamaah untuk tetap melakukan ibadah di Masjidil Haram dari pemondokan masing-masing.

Saat ini lebih dari 154 ribu jamaah Indonesia telah berada di Mekkah untuk melakukan prosesi puncak ibadah haji di Armina. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masyarakat Diminta Waspadai Penipuan Atas Nama Kecelakaan Crane

Masyarakat Diminta Waspadai Penipuan Atas Nama Kecelakaan Crane

News | Minggu, 13 September 2015 | 22:57 WIB

Sebanyak 77 Persen Jamaah Haji Indonesia Telah Masuk Mekah

Sebanyak 77 Persen Jamaah Haji Indonesia Telah Masuk Mekah

News | Minggu, 13 September 2015 | 18:24 WIB

PPIH Sebar Nomor Hotiline Kecelakaan Crane di Masjidil Haram

PPIH Sebar Nomor Hotiline Kecelakaan Crane di Masjidil Haram

News | Sabtu, 12 September 2015 | 11:31 WIB

Ini Daftar Lengkap WNI Jamaah Haji Korban Kecelakaan Crane

Ini Daftar Lengkap WNI Jamaah Haji Korban Kecelakaan Crane

News | Sabtu, 12 September 2015 | 09:57 WIB

Terkini

BP BUMN Apresiasi Bulog Jaga Ketahanan Pangan Nasional

BP BUMN Apresiasi Bulog Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:45 WIB

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:39 WIB

Taylor Swift Raih Penghargaan Sutradara Musik Pertama Sepanjang Sejarah MTV VMA

Taylor Swift Raih Penghargaan Sutradara Musik Pertama Sepanjang Sejarah MTV VMA

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 12:38 WIB

4 Polisi di Solok Selatan Dipecat

4 Polisi di Solok Selatan Dipecat

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 12:34 WIB

Mark Siap Comeback Kedua Usai Tinggalkan NCT, Single Baru Rilis November!

Mark Siap Comeback Kedua Usai Tinggalkan NCT, Single Baru Rilis November!

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:30 WIB

Kemendagri Dorong Penguatan UMKM Kerajinan Nasional melalui Rakernas

Kemendagri Dorong Penguatan UMKM Kerajinan Nasional melalui Rakernas

News | Selasa, 22 September 2026 | 12:27 WIB

Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan

Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 12:27 WIB

Hanung Bramantyo Bicara Pedas Insiden GKPI Rajeg: Saya dan Istri Dianggap Kafir Gara-gara Protes Toa

Hanung Bramantyo Bicara Pedas Insiden GKPI Rajeg: Saya dan Istri Dianggap Kafir Gara-gara Protes Toa

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 12:25 WIB

Profil Sehat Tentrem, Perusahaan Rokok Milik Mas Bechi Pelaku Kekerasan Seksual

Profil Sehat Tentrem, Perusahaan Rokok Milik Mas Bechi Pelaku Kekerasan Seksual

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:24 WIB

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 12:21 WIB

×