Pakar: El Nino Sekarang Sekuat Tahun 1997

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 20 September 2015 | 09:54 WIB
Pakar: El Nino Sekarang Sekuat Tahun 1997
Ilustrasi fenomena El Nino. (Shutterstock)

Suara.com - Pakar perubahan iklim menyebutkan gelombang el nino yang terjadi di pasifik saat ini sama kuatnya seperti di tahun 1997. Indonesia mengalami kekeringan terparah sejak kurun waktu tahun akhir 90-an.

Pakar Perubahan Iklim dari Institut Pertanian Bogor, Rizaldi Boer menjelaskan saat tahun 1997 Indonesia juga dilanda kebakaran lahan kering. Bahkan saat itu konsentrasi CO2 yang dikeluarkan mencapai 1 part per million (ppm).

"Jadi atnosfer kita kandungan CO2nya sudah mencapai 400-500 ppm. Nah kebakaran saat itu menyumbang sama dengan 1 ppm, itu sangat besar," kata dia saat berbincang dengan suara.com pertengahan pekan ini.

Dia mengatakan kebakaran hutan hebat itu disebabkan sistem tebas bakar untuk membuka lahan. Sistem itu memungkinkan petani membakar lahan yang kebanyakan terdapat ilalang dan rumput kering.

"Sekarang ini keadaan semak belukar semakin luas. Banyak sekali hutan-hutan kita yang terdegradasi, rusak dan berubah jadi semak belukar. Saat kemarau panjang kawasan itu kering, jadi ketersediaan fuel itu banyak sekali. Pada saat terjadi pembukaan lahan dengan membakar. Maka saat siang sangat terik, api sulit dipadamkan. Apalagi dengan angin," jelas dia.

Menurutnya sistem tebas bakar akan sangat berbahaya saat el nino datang. Sebab waktu kekeringan akan sangat lama, sampai 16 bulan. Sementara el nino saat ini diperkirakan akan berakhir Maret 2016 tahun depan.

"Makanya saat tahun-tahun el nino pasti meningkat dan kebakaran meluas ke mana-mana. Sehingga sulit dikendalikan," katanya.

El Nino adalah suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut atau sea surface temperature di samudra Pasifik sekitar equator. Khususnya di bagian tengah dan timur atau sekitar pantai Peru. Karena lautan dan atmosfer adalah dua sistem yang saling terhubung, maka penyimpangan kondisi laut ini menyebabkan terjadinya penyimpangan pada kondisi atmosfer yang pada akhirnya berakibat pada terjadinya penyimpangan iklim.

"El nino menyebabkan kemarau panjang di Indonesia. Atau kemarau yang kering sering sekali dan berasosiasi dengan fenomena el nino," papar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Lima Titik Api di Bengkulu Tengah

Ada Lima Titik Api di Bengkulu Tengah

News | Minggu, 20 September 2015 | 09:34 WIB

Presiden Akan Kunjungi Kebakaran Lahan di Kampar

Presiden Akan Kunjungi Kebakaran Lahan di Kampar

News | Sabtu, 19 September 2015 | 14:55 WIB

Kebakaran Hutan, Pemerintah Dinilai Lalai Awasi Izin Perusahaan

Kebakaran Hutan, Pemerintah Dinilai Lalai Awasi Izin Perusahaan

News | Sabtu, 19 September 2015 | 13:56 WIB

Anggota DPD Sumsel Sebut Kabut Asap Kado Sengsara Tahunan

Anggota DPD Sumsel Sebut Kabut Asap Kado Sengsara Tahunan

News | Sabtu, 19 September 2015 | 12:43 WIB

Sengsarakan Rakyat, Pembakar Hutan Harus Dihukum di Atas 10 Tahun

Sengsarakan Rakyat, Pembakar Hutan Harus Dihukum di Atas 10 Tahun

News | Sabtu, 19 September 2015 | 11:18 WIB

Kementerian KLH: 99 Persen Kebakaran Hutan Disebabkan Manusia

Kementerian KLH: 99 Persen Kebakaran Hutan Disebabkan Manusia

News | Sabtu, 19 September 2015 | 10:31 WIB

Bencana Asap, WALHI: Jangan-jangan Ini Proyek Pemadaman

Bencana Asap, WALHI: Jangan-jangan Ini Proyek Pemadaman

News | Jum'at, 18 September 2015 | 20:41 WIB

Asap, Tak Usah Risaukan Singapura-Malaysia karena Ikut Andil

Asap, Tak Usah Risaukan Singapura-Malaysia karena Ikut Andil

News | Jum'at, 18 September 2015 | 20:27 WIB

DPR Sebut Perusahaan Pembakar Hutan Sering Lolos Jerat Hukum

DPR Sebut Perusahaan Pembakar Hutan Sering Lolos Jerat Hukum

News | Jum'at, 18 September 2015 | 20:11 WIB

Ini Tuntutan Warga Riau Korban Bencana Asap

Ini Tuntutan Warga Riau Korban Bencana Asap

News | Jum'at, 18 September 2015 | 17:03 WIB

Terkini

Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:10 WIB

Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel

Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:58 WIB

Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera

Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:56 WIB

100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel

100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:45 WIB

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:05 WIB

Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan

Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:02 WIB

Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang

Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:57 WIB

Istana Negara Dibuka untuk Umum, Warga Mulai Berbondong-bondong Hadiri Open House Lebaran

Istana Negara Dibuka untuk Umum, Warga Mulai Berbondong-bondong Hadiri Open House Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:51 WIB

Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS

Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:41 WIB

Prabowo Salat Id di Aceh, Ahmad Muzani: Bentuk Solidaritas bagi Sumatra

Prabowo Salat Id di Aceh, Ahmad Muzani: Bentuk Solidaritas bagi Sumatra

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:26 WIB