Khofifah Tolak Jadi Jurkam Kampanye Pilkada

Ririn Indriani Suara.Com
Minggu, 27 September 2015 | 01:01 WIB
Khofifah Tolak Jadi Jurkam Kampanye Pilkada
Khofifah Indar Parawansa. [Antara/Rudi Mulya]

Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menolak untuk menjadi juru kampanye (jurkam) dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 9 Desember 2015.

Pernyataannya ini dikemukakan terkait adanya informasi tentang tim sukses pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati (cabup-cawabup) Jember baik Sugiarto-Dwi Koryanto maupun Faida-A. Muqit Arief yang kabarnya akan meminta Khofifah menjadi juru kampanye atas nama pribadi dalam Pilkada Jember

"Kalau dulu saya belum menjabat menteri mungkin masih bisa jadi jurkam, namun saat ini saya menjadi Menteri Sosial, sehingga tidak akan jadi jurkam untuk siapa pun dalam pilkada," katanya usai takziah ke rumah keluarga almarhum KH Muchit Muzadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu malam (26/9/2015).

Menurut Khofifah, Muslimat NU harus bersikap netral dalam pilkada serentak, tapi ia mempersilakan individu dari Muslimat NU untuk berperan dalam Pilkada Jember.

"Mereka pengurus Muslimat NU tidak boleh membawa organisasi dalam mendukung salah satu pasangan cabup-cawabup, namun secara pribadi dipersilakan karena hak warga negara untuk berpolitik," ucap Ketua Umum PP Muslimat NU itu.

Khofifah juga mempersilakan pengurus Muslimat NU untuk membangun afiliasi dengan pasangan cabup-cawabup, namun secara pribadi dan tidak membawa nama bendera organisasi.

"Organisasi Muslimat NU tidak boleh diseret dalam politik praktis. Jika berpolitik praktis, maka hal itu atas nama individu, bukan organisasi," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember Misbahussalam juga menegaskan PCNU bersikap netral dalam menyikapi momentum Pilkada Jember.

"Memang ada beberapa pengurus NU yang mendukung pasangan Sugiarto-Dwi Koryanto atau pasangan Faida-A. Muqit Muzadi, namun dukungan itu secara pribadi dan bukan atas nama lembaga," tuturnya.

Misbahussalam juga mengimbau tim sukses masing-masing pasangan calon kepala daerah tidak menyeret atau menggunakan nama NU untuk kepentingan politik karena NU sudah menegaskan untuk bersikap netral.

"Kalau ada klaim pasangan cabup-cawabup Jember didukung oleh PCNU maka hal itu tidak benar, karena yang mendukung mereka adalah secara pribadi," ucap mantan anggota DPRD Jember itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI