Ini Alasan Warga Lumajang Tolak Penambangan Pasir Versi KontraS

Laban Laisila | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 29 September 2015 | 20:35 WIB
Ini Alasan Warga Lumajang Tolak Penambangan Pasir Versi KontraS
Ilustrasi demonstran. (Shutterstock)

Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengungkapkan, penolakan warga terhadap kegiatan penambangan pasir di Lumajang, Jawa Timur, sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Warga yang menolak menilai pertambangan tersebut bisa merusak infrastruktur dan mengganggu lahan pertanian warga.

"Penolakannya ini udah lama, udah berlangsung selama dua tahun. Warga di sana nolak tambang karena tambang tuh merugikan warga, kaya jalanan jadi rusak karena banyak truk-truk yang lewat, terus banyak debu dan jadi gersang, terus ganggu irigasi pertanian juga. Terjadi kekeringan di lahan pertanian warga," kata Staf Divisi Pembelaan Hak Ekonomi dan Sosial KontraS Ananto Setiawan kepada suara.com, Selasa (29/9/2015).

Terlebih menurutnya dampak dari kegiatan pertambangan tersebut juga bisa mengganggu kesehatan warga.

 “Itu bisa mengganggu kesehatan juga kan kalau kebanyakan kena debu," katanya.

Ananto mengatakan, dampak terparah yang dilakukan dari kegiatan pertambangan tersebut adalah rusaknya akses ke tempat wisata pantai Watu Pecak yang kerap digunakan warga melakukan ritual upacara melasti setiap tahunnya.

"Terus ada juga ada di sana pantai yang namanya Watu Pecak itu biasanya digunakan warga setiap tahun untuk upacara melasti namanya, sekarang kondisi pantainya bolong-bolong, diameternya bisa sampai 1 meter, bolong di mana-mana nggak bisa diakses sama warga," katanya.

Belakangan, buntut dari penolakan tambang ini dua warga Lumajang menjadi korban. Salim Kancil (46) petani yang juga aktivis anti tambang tewas dibunuh oleh orang-orang yang pro terhadap tambang tersebut.

Tak hanya Salim, seorang petani bernama Tosan juga menjadi korban penganiayaan hingga mengalami luka parah. Kondisi Tosan saat ini masih kritis dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kontras Investigasi Pembunuhan Biadab Salim Kancil

Kontras Investigasi Pembunuhan Biadab Salim Kancil

News | Selasa, 29 September 2015 | 17:36 WIB

Tangkap Dalang Pembunuhan Aktivis di Lumajang

Tangkap Dalang Pembunuhan Aktivis di Lumajang

News | Selasa, 29 September 2015 | 15:18 WIB

Anggota DPR Desak Polisi Ungkap Pembunuhan Aktivis di Lumajang

Anggota DPR Desak Polisi Ungkap Pembunuhan Aktivis di Lumajang

News | Selasa, 29 September 2015 | 13:08 WIB

Terkini

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:25 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB