Komnas PA: Bocah Dalam Kardus Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Siswanto

Selasa, 06 Oktober 2015 | 07:11 WIB
Komnas PA: Bocah Dalam Kardus Jadi Korban Pembunuhan Berencana
Ziarah murid dan guru SD Negeri 05 Kalideres Pagi, Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, di makam Putri Nur Fauziah (9), Senin (5/10/2015) siang. [suara.com/Nur Habibie]

Suara.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirat menyebut Putri Nur Fauziah (9) dibunuh secara keji.

"Selain keji juga itu sangat biadab. Karena si pelaku sangat tega kepada Putri yang tidak tahu apa-apa itu diperkosa, disiksa dan terus dibunuh dengan sangat sadis. Itu sudah termasuk dari bagian yang biadab," kata Arist saat berkunjung ke rumah duka, Senin (5/10/2015).

Putri merupakan murid kelas dua SD Negeri 05 Kalideres Pagi, Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, yang ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di Jalan Sahabat RT 6/5, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jumat (2/10/2015) sekitar pukul 22.30 WIB, jenazahnya dimasukkan di dalam kardus.

Itu sebabnya, Arist mendesak kepolisian secepatnya menemukan pelaku sehingga bisa diadili.

"Pelaku pembunuh Putri mau tidak mau harus segera bisa ditangkap. Dalam kasus ini Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya telah serius menanggapi kasus ini, dan saya memberikan apresiasi kepada polisi," ujarnya.

Menurut Arist pembunuhan Putri sudah direncanakan.

"Pembunuhan ini pasti sudah terencana. Kita bisa lihat dari kondisi korban saat tewas yang berada di dalam kardus dengan tubuh yang penuh luka dan ada darah di sekujur tubuhnya apalagi sampai diperkosa begitu. Sepertinya ini bukan yang pertama kali dilakukan pelaku, berarti pelaku sudah merencanakannya terlebih dulu," kata Arist.

Arist menduga korbannya masih ada lagi. Karena berdasarkan pengalaman Komnas PA, selalu ada anak lain yang ikut jadi korban.

"Dari dugaan saya, korban itu bukan hanya adik kita aja si Putri, tapi juga kemungkinan sebelumnya sudah banyak korban namun nggak pernah ketemu," ujarnya.

Arist juga mengatakan dari rekaman Closed Circuit Television di rumah Sujaroadi, pengusaha besi tua Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, terekam seseorang tengah membawa kardus. Orang ini diduga sebagai pelaku.

"Dari hasil rekaman CCTV, barang bukti, dan pemeriksaan kepada saksi, saya sangat berharap agar polisi segera menemukan siapa pelaku pembunuh biadab si Putri. Apalagi kalau sampai Polda Metro Jaya bisa mengerahkan kekuatan besar untuk mengungkap kasus pembunuhan ini," katanya.

Sejauh ini polisi telah memeriksa dua saksi. Rencananya, polisi akan memeriksa DNA keduanya. (Nur Habibie)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembunuhan Bocah Dalam Kardus, Dua Saksi Diperiksa Intensif

Pembunuhan Bocah Dalam Kardus, Dua Saksi Diperiksa Intensif

News | Senin, 05 Oktober 2015 | 17:01 WIB

Cari Titik Terang Pembunuh Bocah Dalam Kardus, CCTV Diperiksa

Cari Titik Terang Pembunuh Bocah Dalam Kardus, CCTV Diperiksa

News | Senin, 05 Oktober 2015 | 16:51 WIB

Cerita Ayah Bocah Dalam Kardus, Jarang Temui Anak Usai Cerai

Cerita Ayah Bocah Dalam Kardus, Jarang Temui Anak Usai Cerai

News | Senin, 05 Oktober 2015 | 15:29 WIB

Doa Terindah Polisi untuk Bocah Perempuan Dalam Kardus

Doa Terindah Polisi untuk Bocah Perempuan Dalam Kardus

News | Senin, 05 Oktober 2015 | 14:00 WIB

Suasana Haru di Pemakaman Bocah Perempuan Dalam Kardus

Suasana Haru di Pemakaman Bocah Perempuan Dalam Kardus

News | Senin, 05 Oktober 2015 | 13:41 WIB

Terkini

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB